RadarJombang.id - KH Khairil Anam Denanyar, menjelaskan pentingnya menjadikan Alquran sebagai pedoman. Menurutnya, Aaquran merupakan pedoman kehidupan.
Sehingga siapa saja orangnya, apa saja pekerjaannya, jika mengikuti petunjuk Alquran maka hidupnya menjadi terarah, teratur, tidak ngawur sak karepe dewe.
"Inilah yang akan mengantarkan sampai pada gerbang kebahagiaan, kemulian dan keselamatan dunia akhirat,’’ ucapnya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (28/3).
Suatu ketika, Abdullah bin Mubarok bertemu perempuan tua. Dia mengucap salam padanya.
Wanita itu menjawab: Kepada mereka dikatakan salam, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang (QS Yasin 58).
Abdullah lalu bertanya; Anda sedang apa di sini? Wanita tua itu membacakan ayat: Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang bisa memberikan petunjuk kepadanya (QS al-A’raf: 186).
Rupanya wanita ini sedang tersesat di jalan.
Anda ini sebenarnya mau ke mana? Ibu tua menjawab: Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya (QS Al-Isra’ 1).
Rupanya ia hendak melanjutkan perjalanan menuju Baitul Aqsha, Palestina.
Berapa lama anda di sini? Ia menjawab: Dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat (QS Maryam: 10).
Aku tidak melihat ada makanan di sekitar anda sini? Jawabnya: Dialah (Allah) yang memberikan makanan dan minuman kepadaku (QS As-Syu’ara’ 79).
Baca Juga: Binrohtal 2.140, 3 Jenis Golongan Puasa Menurut Imam Ghozali
Di sini, anda berwudu dengan apa? Kemudian kalian tidak menemukan air, maka bertayamumlah dengan debu yang suci (QS An-Nisa’ 43).
Ini menunjukkan bahwa dia tidak mendapatkan air, kemudian bertayamum memakai debu yang suci.
Abdullah berkata lagi; Aku membawa bekal makanan. Apakah anda berkenan?
Wanita itu menyitir potongan ayat: Kemudian sempurnakan puasa kalian sampai masuk malam hari (QS Al-Baqarah 187).
Loh, ini kan bukan bulan Ramadan. Kenapa anda puasa? Dijawab dengan ayat: Barangsiapa mengerjakan kebaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri dan Maha Mengetahui (QS Al-Baqarah 158).
Dengan ayat ini, wanita tersebut dapat diketahui sedang puasa sunnah.
Kita ‘kan diperbolehkan membatalkan puasa ketika bepergian? Puasa kalian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui (QS Al-Baqarah 184).
Kenapa anda ini tidak mau bicara sebagaimana aku berbicara kepada anda?
Tidak ada suatu kata yang diucapkan melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat (QS Qaf 18).
Maukah anda aku bantu untuk sampai ke tanah halal (area di luar tanah haram)?
Pada hari ini tidak ada cercaan bagi kalian. Mudah-mudahan Allah mengampuni kalian (QS Yusuf 92). Maksudnya, dia mau.
Mau tidak, jika engkau aku naikkan ke atas unta aku supaya anda ini bisa menyusul rombongan anda?
Baca Juga: Binrohtal 2.137, Manfaat Memperbanyak Baca Alquran Saat Ramadan
Apa pun yang kalian lakukan dari kebaikan, pasti diketahui oleh Allah (QS Al-Baqarah: 197). Maksudnya dia rela.
Kemudian aku tundukkan ontaku.
Wanita itu tiba-tiba berkata: Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya (QS An-Nur: 30).
Kemudian ku tahan pandanganku menghindar dari memandangnya. Ku katakan kepadanya, naiklah!
Saat ia hendak naik, tiba-tiba onta mendadak bangkit. Hal ini menyebabkan bajunya sobek.
Ia kemudian mengatakan: Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri (As-Syura 30).
Singkat cerita, ditanya apapun, wanita tadi selalu menjawab dengan Alquran.
Dia akhirnya berhasil diantar ketemu dengan rombongannya. Dalam rombongan itu ada anak si wanita.
Si anak cerita, ibunya sudah 40 tahun tidak berkenan berbicara kecuali dengan Alquran. Beliau tak mau terpeleset yang bisa menjadikan Allah SWT murka. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW