Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 186, Belajar Kekuatan Iman dari Tumbuhnya Pohon Kurma

Rojiful Mamduh • Minggu, 31 Maret 2024 | 16:10 WIB

Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan
 

RadarJombang.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya menguatkan keyakinan kepada Tuhan.

Menurut Pendeta Petrus Harianto, Alkitab menggambarkan pertumbuhan iman orang benar itu seperti pohon kurma.

’’Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma. Mereka yang ditanam di bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita,’’ tuturnya mengutip Mazmur 92:13,14.

Mengapa tidak digambarkan seperti pohon yang lain yang mungkin terlihat lebih kuat dan batangnya besar?

Tentu ada hal yang istimewa yang dimiliki pohon kurma.

Keistimewaan dari pohon kurma tidak dimiliki pohon-pohon yang lain.

Pohon kurma itu mampu tumbuh di tengah padang gurun yang gersang di daerah Timur Tengah.

Sekalipun berada di tengah cuaca panas dan persediaan air yang sangat minim, kurma bukan sekedar bisa bertahan hidup.

Pohon kurma pun mampu berbuah. Bahkan buahnya manis. Makin tua pohonnya, makin manis buahnya!

Daya tahan pohon kurma terletak pada akarnya. Ketika biji kurma tumbuh, akarnya lebih dulu tumbuh menghunjam jauh ke dalam tanah.

Mencari air, hingga baru setelah itu tumbuh batang dan daunnya.

Baca Juga: Renungan Minggu 183, Pentingnya Menjaga Sikap Hati yang Benar

Pemazmur menggambarkan orang beriman bagaikan pohon kurma yang ditanam di bait Tuhan.

Firman dan kehadiran Tuhan menjadi makanannya. Ini membuatnya bertumbuh sehat dari tahun ke tahun.

Hasilnya? Setelah menjadi tua, ia tetap dapat berbuah manis sekalipun tubuh makin renta dan sakit penyakit mulai muncul. Ketika kecantikan fisik memudar, kecantikan batin makin nampak.

Ia puas terhadap Tuhan. Ia tidak menuduh Tuhan curang (ayat 16), sehingga dapat bersaksi tentang kebaikan-Nya.

Sebaliknya orang yang tak beriman digambarkan seperti tumbuh-tumbuhan yang tak berbuah (Mazmur 92:8).

Bertambahnya usia membuat hati mereka menjadi makin pahit, bukan makin manis.

Tumpukan persoalan, dendam dan kekecewaan memenuhi hati. Bagi mereka masa tua menakutkan dan menyedihkan.

Bagaimana dengan kita? Cobalah periksa dari hari ke hari, Minggu, bulan dan tahun, apakah hidup kita makin manis atau makin pahit?

Makin suka bersyukur atau mengeluh? Makin puas dengan Tuhan atau makin banyak kecewa?

Makin mudah mengampuni atau makin menumpuk dendam?

Tertanamlah di Bait Tuhan, tertanamlah di gereja di mana Tuhan tanamkan kita.

Berakarlah yang kuat, serap dan taati firman-Nya, maka hidup kita pun akan bertumbuh dan berbuah manis bagai kurma!

Baca Juga: Renungan Minggu 180, Menikmati Kebaikan Tuhan

Sekalipun ada banyak tantangan, angin dan badai, kita akan tetap berdiri kokoh seperti kurma.

Tetap teguh dalam iman, mampu menghadapi kehidupan setiap hari dengan senyuman, itulah berkat istimewa dari Tuhan.

’’Semakin berakar kuat akan semakin berbuah lebat. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/riz)

 

Editor : Achmad RW
#GPdI House of Prayer Sawahan #kurma #Petrus Harianto STh #Iman #Renungan Minggu #keyakinan #Tuhan