Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Toriqoh 291: Waspada! Ini Bahayanya Memiliki Sifat Panjang Angan

Rojiful Mamduh • Rabu, 27 Maret 2024 | 14:50 WIB
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan

RadarJombang.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso, KH Cholil Dahlan, menjelaskan bahaya panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu.

’’Sebagian ahli ibadah mengatakan dalam munajatnya: Oh Tuhanku, panjang angan-angan telah menipu aku, kecintaan terhadap duniawi telah merusak diriku,’’ tuturnya.

Allah SWT berfirman dalam QS Al Hijr 3. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).

Kecintaan terhadap duniawi telah menjerumuskan ke dalam kecelakaan.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Barangsiapa hatinya diracuni kecintaan dunia, maka melekat padanya tiga perkara.

Pertama, sengsara yang tiada akhir deritanya. Kedua, tamak yang tidak berkepuasan. Ketiga, angan-angan yang berkepanjangan tanpa arah tujuan.

Sayidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah berkata; Aku merasa khawatir terhadap kamu dari dua perkara.

Pertama, mengikuti keinginan nafsu. Kedua, panjang angan-angan.

Sesungguhnya mengikuti keinginan nafsu akan menghalangi dari yang hak (benar). Dan panjang angan-angan akan menjadikan lupa akhirat.

Dalam QS Shad 26 ditegaskan; Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkanmu dari jalan Allah SWT.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Tidak beriman seseorang di antara kamu sehingga hawa nafsunya itu tunduk kepada apa yang saya bawa (petunjuk).

Baca Juga: Toriqoh 288, Lima Hal Lebih Utama Dari Hal Lain

Untuk melawan hawa nafsu, manusia perlu melakukan penyucian diri (tazkiyatun nafs). Menyucikan diri bukanlah perkara mudah.

Nabi Muhammad SAW bahkan menyebutnya sebagai jihad akbar. Puasa adalah usaha paling tepat untuk membersihkan hati.

Imam Ghozali menyatakan; Ketika puasa jangan banyak tidur. Tapi rasakanlah lapar dan lemahnya ketika berpuasa. Sebab hal itu membuat hati bersih.

Hati yang bersih akan melahirkan keimanan yang kuat dan kokoh. Ibarat pohon, akarnya menghunjam jauh ke tanah, pokok batangnya besar dan kuat.

Ia tidak goyah oleh angin sepoi bahkan badai sekalipun. Keimanan yang kuat akan melahirkan amal kebaikan bagi sesama manusia dan semesta.

’’Imam Ghozali menganjurkan agar kita mengisi waktu dengan empat hal,’’ terangnya.

Pertama dengan zikir. Bisa dengan salat, baca Quran atau membaca tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Kedua, mengisi waktu dengan mencari ilmu.

’’Sebab amal ibadah kita baru diterima oleh Allah SWT jika disertai ilmu,’’ jelasnya.

Ketiga, bekerja mencari rezeki halal.

Keempat, gunakan waktu untuk memberi manfaat kepada orang lain.

’’Misalnya mijeti kancane. Atau untuk guyon yang tidak bohong, sehingga bisa membangkitkan semangat,’’ paparnya.

Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.

Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka akan mudah mengisi waktu dengan empat hal diatas. (jif/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#sifat #bahayanya #angan #Toriqoh #panjang