Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Unik! Santri Pondok Pesantren di Jombang Ngabuburit Sambil Ngaji Kitab Pakai Bahasa Inggris

Achmad RW • Jumat, 22 Maret 2024 | 15:10 WIB
Sejumlah santri Pondok Pesantren di Denanyar Jombang ngabuburit sambil ngaji kitab kuning dengan bahasa inggris
Sejumlah santri Pondok Pesantren di Denanyar Jombang ngabuburit sambil ngaji kitab kuning dengan bahasa inggris

RadarJombang.id – Ngaji kitab kuning sambil menunggu waktu Magrib alias ngabuburit, mungkin hal biasa di pondok pesantren di Jombang.

Namun, di salah satu pondok pesantren di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang ini, santri diajak ngabuburit sambil ngaji kitab kuning menggunakan bahasa Inggris.

Hal itu diterapkan kepada sejumlah santri di Pondok Pesantren Al Aziziyah Denanyar.

Puluhan santri di pondok pesantren ini punya cara mengaji kitab kuning yang berbeda dari umumnya.

Jika biasanya mengaji kitab kuning menggunakan bahasa Jawa atau bahasa Indonesia, di pondok ini pengajiannya dilakukan menggunakan bahasa Inggris.

Hal itu sudah biasa jadi kegiatan santri sehari-hari khusus bagi santri di asrama pendidikan bahasa Inggris di ponpes setempat.

Sedikitnya terdapat 80-an santri yang dalam setiap harinya diwajibkan untuk berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris.

”Seperti kegiatan pondok Ramadan lainnya, di pondok ini juga dilakukan kegiatan keagamaan, termasuk ngaji, yang berbeda kami memakai terjemahan bahasa Inggris,” terang KH Avin Nadirm, salah satu pengasuh PP Al Aziziyah.

Pihaknya menyebut, selama Ramadan ini santri memiliki kegiatan ngaji kitab kuning selama dua kali dalam sehari.

Yakni pagi menjelang waktu sekolah, dan siang hingga sore hari jelang Maghrib.

”Ya memang salah satunya kegiatan seperti ini menunggu waktu berbuka,” lontarnya.

Baca Juga: Gus Sentot: Jadi Santri Harus Serba Bisa

Bahasa Inggris digunakan dalam terjemahan saat ngaji itu, juga dilakukan sebagai bentuk pendidikan berbeda dan bertaraf internasional.

”Siapa tahu suatu saat mereka bisa mensyiarkan agama Islam ini dengan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh dunia,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu peserta ngaji mengaku sangat antusias dengan kegiatan ngaji kitab kuning berbahasa Inggris.

”Agak sulit memang kalau pas membacanya terlalu cepat. Tapi lama-kelamaan bisa kok, dan seru juga kan,” ungkap Aida Riskol Malika, salah satu santri. (riz/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#ngabuburit #Santri #kitab kuning #Ngaji #Jombang #bahasa inggris