RadarJombang.id - Anggota Komisi C DPRD Jombang, H Heri Santoso ST, menjelaskan, luar biasanya bulan Ramadan.
Pintu ampunan dibuka, amal saleh dilimpat gandakan pahalannya seluruhnya hanya terjadi di bulan ramadan.
’’Bulan Ramadan momen yang bagus untuk merebut kembali hidupnya, menata kembali langka-langkahnya,’’ kata anggota fraksi PKS ini.
Ramadan hanya diberikan kepada umat Muhammad SAW. Namun yang perlu kita cermati adalah sinyalemen, tanda bahaya, kentongan yang disampaikan oleh Rasulullah:
’’Betapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga.’’
’’Sinyalemen/kentongan Rasullullah ini patut kita perhatikan, karena menggunakan kata banyak,’’ urai ketua takmir Masjid Al Ikhlas Waru Sidoarjo ini. Bisa berarti juga mayoritas.
’’Jangan-jangan termasuk kita, ngeri deh!’’ ucap direktur PT Pilar Indo Abadi ini.
Menghindari hal-hal yang membatalkan puasa; Makan, minum, hubungan suami istri siang hari, mungkin lebih jelas dan lebih mudah.
Menghindari perkara yang menghilangkan pahala puasa; Dusta, gibah, adu domba, maksiat, sumpah palsu, memandang dengan syahwat, lebih susah.
Ada maksiat samar kepada Allah SWT yang banyak dilakukan umat Islam, yaitu mubazir, boros, sia-sia.
Ada ironi di bulan Ramadan. Saat umat Islam berpuasa, tapi data kosumsi segala kebutuhan pokok, beras, daging, telur, gula dan lain-lain justru meningkat.
Baca Juga: Heri Santoso Ungkap Pelajaran Penting Soal Politik Dari Alquran
Dalam hal makan saja, kita jauh dari ajaran Rasullullah. Negara kita yang mayoritas muslim penyumbang sampah makanan terbesar kedua di dunia.
Harus ada upaya sungguh-sungguh dari diri kita, dari rumah kita, dari orang Islam untuk menghindari maksiat samar ini.
Budaya pesan makanan di restoran berlebih karena malu sedikit, harus dihindari. Termasuk acara-acara pesta makan, bukber, tumpengan dan lainnya, hindari berlebih.
Dulu waktu kecil ada budaya yang keliru. Kalau bertamu,dihidangkan makanan, ndak boleh dihabiskan, karena bikin malu.
Allah berfirman dalam QS A’raf 31; Dan makanlah dan minumlah dan jangan berlebih. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
Allah juga berfirman QS Al Isra 27. Sesungguhnya mubazir itu adalah teman setan dan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.
’’Kalau maksiat belum bisa kita hindari, Allah tidak butuh puasa kita. Mari kita tabuh keras-keras kentongan tanda bahaya dari Rasullullah,’’ pesan wakil rakyat asli Sepanyul Gudo yang terpilih melalui dapil IV yang meliputi Ngoro, Gudo, Perak dan Bandarkedungmulyo ini. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW