Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bukti Ramadan Jadi Momen Penting Kembangkan Kecerdasan Emosi dan Spiritual Anak

Rojiful Mamduh • Sabtu, 16 Maret 2024 | 17:44 WIB

 

Wakil Rektor Unipdu Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr Mujianto Solichin, saat menyampaikan materi pada kajian Ramadan di Islamic Center, Kamis (14/3).   
Wakil Rektor Unipdu Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr Mujianto Solichin, saat menyampaikan materi pada kajian Ramadan di Islamic Center, Kamis (14/3).  

RadarJombang.id – Ramadan merupakan momentum mengembangkan emosi dan spiritual anak.

Yang dimaksud ramadan jadi momentum pengembangan emosi dan spiritual anak, tentunya bukan hanya melalui ucapan, namun juga praktik secara langsung.

Ramadan dan momentum pengembangan emosi dan spiritual anak itu, dismpaikan Wakil Rektor Unipdu Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr Mujianto Solichin.

’’Mengembangkan emosi dan spiritual anak melalui praktik di bulan Ramadan sangat efektif,’’ katanya saat menyampaikan materi pada kajian Ramadan yang digelar Pusat Studi Alquran (PSQ) Unipdu di Islamic Center, Kamis (14/3).

Ramadan, menurutnya adalah momen menanamkan apapun kepada anak, harus mendahulukan perbuatan dibanding omongan.

Bentuk kecerdasan emosi di antaranya, empati, simpati, peduli, mengungkapkan dan memahami perasaan juga mengendalikan amarah.

Bentuk kecerdasan emosi yang lain, juga adalah kemampuan kemandirian dan menyesuaikan diri, kemampuan berdiskusi dan memecahkan masalah antar pribadi, ktekunan,  kesetiakawanan dan sikap hormat.

Sedangkan kecerdasan spiritual,  menurut Imam Ghozali yakni penyucian jiwa dengan nilai-nilai agama Islam.

Kecerdasan spiritul juga berfungsi sebagai pola pembentukan manusia yang berakhlak baik, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

’’Misalnya dengan mengajak anak praktik puasa. Jika belum kuat sampai Magrib, bisa puasa bedug atau buka di waktu Duhur lalu lanjut puasa sampai Magrib,’’ terangnya. Itu berfungsi melatih anak puasa.

Baca Juga: Memaksimalkan Ibadah 10 Hari Pertama Ramadan

Kemudian mengajak anak salat tarawih bersama ke masjid/musala. Serta tadarus Alquran bergantian.

Juga mengajak anak sedekah dengan menanamkan empati. ’’Kasihan pengemis, kasihan anak jalanan, tukang becak, makanya mereka kita beri sedekah,’’ paparnya. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#kecerdasan #anak #Ramadan #emosi #spiritual