RadarJombang.id - Di dunia ini, ada beberapa hal yang diasosiasikan dengan kegelapan, namun ada pula yang diasosiasikan sebagai penerangnya.
Dinukil dari kitab Nashoihul ibad karya Syekh Nawasi Al Bantani, berikut 5 kegelapan sekaligus 5 penerangnya.
Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a berkata: “Gelap ada lima dan lampu penerangnya pun ada lima,"
Lima kegelapan dan penerangan yaitu:
1. Cinta pada dunia adalah kegelapan, penerangnya adalah takwa.
2. Dosa adalah kegelapan, penerangnya adalah tobat
3. Kubur adalah kegelapan, penerangnya adalah bacaan: ‘Laa ilaaha illallaah Muhammadur rasuulullaah’,
4. Akhirat adalah kegelapan, penerangnya adalah amal saleh:
5. Jembatan di atas neraka atau sirath adalah kegelapan, penerangnya adalah yakin.
Cinta dunia menjadi kegelapan, karena kecintaan di sini dapat menjebak pada hal-hal subhat (diragukan halal-haramnya), perkara-perkara makruh, kemudian ke perkara-perkara haram.
Nabi SAW bersabda: “Cinta pada dunia adalah pangkal semua kesalahan.” (H.R. Al-Baihaqi dari Hasan Basri).
Sehubungan dengan hal ini Imam Al-Ghazali berkomentar: Kalau cinta pada dunia menjadi pangkal segala kesalahan, maka benci pada dunia menjadi pangkal segala kebajikan.
Takwa, yaitu menjaga diri dari siksaan Allah dengan taat kepada-Nya, dalam sebuah hadis diriwayatkan, bahwa sesungguhnya Nabi SAW bersabda:
“Sesungguhnya kamu tidaklah meninggalkan sesuatu karena takut kepada Allah -Azza wa Jalla-, melainkan Dia memberikan kepadamu sesuatu yang lebih baik daripadanya.” (H.R. Imam Ahmad dan An-Nasai).
Tentang tobat berfungsi sebagai lampu penerang terhadap kegelapan dosa, sebagaimana Nabi bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba apabila telah berbuat suatu dosa, maka diukirkan setitik noda hitam di dalam hatinya, apabila dia menghentikannya dan beristigfar serta bertobat, maka hatinya jernih.
Tetapi apabila dia kembali pada dosa, maka ditambah noda hitam di dalam hatinya, hingga noda-noda hitam itu menentukan hatinya dan noda-noda itulah yang oleh Allah dalam firman-Nya:
‘Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka’.” (Q.S. Al-Muthaffifin: 14) (H.R. Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, An-Nasai, Ibnu Hibban dan Al-Hakim).
Tentang kalimat ‘Laa ilaaha illallah’ berfungsi sebagai lampu penerang bagi kegelapan kubur, sebagaimana sabda Nabi:
“Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan pada neraka orang yang mengucapkan ‘Laa ilaaha illaallah’ semata-mata mengharapkan rida Allah SWT.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Selain itu, diriwayatkan bahwa sesungguhnya Beliau SAW juga bersabda:
“Barangsiapa yang mengucap ‘Laa Ilaaha Illallaah’ dengan ikhlas, maka dia masuk surga.
Para sahabat bertanya: ‘Ya, Rasulullah, bagaimanakah ikhlasnya itu? Beliau SAW bersabda:
Baca Juga: Toriqoh 289, Pentingnya Cinta Guru dan Pemimpin
“Bila kalimat itu mencegahmu dari setiap perkara yang diharamkan Allah kepadamu’.” (H.R. Al-Khathib).
Ada yang mengatakan: “Tujuh perkara yang akan menerangi kubur, – yaitu ikhlas dalam ibadah, berbuat baik kepada kedua orang tua, silaturahmi, tidak menyia-nyiakan umurnya dengan melakukan maksiat, tidak menuruti hawa nafsunya, bersungguh-sungguh menaati segala perintah Allah dan banyak zikir kepada Allah.”
Adapun amal saleh berfungsi sebagai lampu penerang terhadap kegelapan akhirat, sebagaimana sabda Nabi SAW:
“Sesungguhnya Allah mencintai, jika kemurahan-kemurahan-Nya diambil sebagaimana jika fardu-fardunya dilaksanakan. Sesungguhnya Allah mengutusku untuk menyampaikan agama yang lurus lagi murah, yaitu agama Ibrahim.” (H.R. Ibnu Asaakir).
Dalam hadis lain Nabi bersabda: “Kerjakanlah hal-hal yang fardu, terimalah kemurahan-kemurahanNya dan biarkanlah orang-orang, maka sungguh kamu dipelihara dari gangguan mereka.” (H.R. Al-Khathib).
Diriwayatkan juga, bahwa sesungguhnya Nabi SAW bersabda:
“Barangsiapa yang tidak menerima kemurahan Allah, maka berat dosa yang ditanggungnya, seperti gunung-gunung di Arafah.” (H.R. Ahmad).
Yakin yang berfungsi sebagai lampu penerang kegelapan jembatan di atas neraka, ialah mempercayai hal yang gaib dengan menghilangkan keragu-raguan. (*)
Editor : Achmad RW