Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.128, Tips Mudah Mengalahkan Nafsu

Achmad RW • Kamis, 7 Maret 2024 | 14:10 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

RadarJombang.id - Katib Syuriyah MWCNU Jogoroto, KH Muhammad Salahuddin, menjelaskan tips mengalahkan nafsu.

Tips mengalahkan nafsu itu, diungkapkannya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (5/3).

’’Nafsu selalu mengajak kejelekan, maka lawanlah nafsu dengan selalu berniat berbuat kebaikan,’’ tuturnya.

 Baca Juga: Binrohtal 2.131, Empat Zikir

Sebagaimana disebutkan dalam QS Yusuf 53. Sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Bangun tidur, langsung berniat melakukan ketaatan kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada seluruh manusia. Ambil wudu, kemudian salat Subuh.

Dilanjutkan berzikir, baca Quran, salawat maupun lainnya hingga terbit matahari kemudian salat dua rakaat.

Orang yang melaksanakan ini, akan mendapatkan pahala seperti haji umrah.

 Baca Juga: Binrohtal 2.126, 4 Doa Nabi Ibrahim

Karena sudah masuk waktu salat Duha, maka dua rakaat itu bisa diniati salat Duha.

’’Salat Duha dua rakaat menjadi sedekah kita atas 360 ruas yang ada dalam tubuh kita,’’ terangnya.

Kita bersyukur semua ruas dalam tubuh kita sehat dan normal. Sehingga bisa melakukan aktivitas sehari-hari.

’’Kita bisa bergerak karena semua ruas dalam tubuh kita normal. Ini harus kita syukuri dengan salat Duha dua rakaat,’’ urainya.

 Baca Juga: Binrohtal 2.125, Menyiapkan Bekal Perjalanan Akhirat Itu Penting!

Kemudian kita bekerja dengan niat ibadah mencari rezeki yang halal. Sehingga aktivitas kerjanya dicatat ibadah berpahala.

’’Ketika mendengar panggilan azan Duhur, kita langsung bergegas salat Duhur,’’ paparnya. 

Orang yang kerjanya tidak melalaikan dari kewajiban salat lima waktu, maka orang ini termasuk beruntung.

’’Dia termasuk orang-orang yang bisa mengendalikan hawa nafsu,’’ bebernya.

Alkisah, sebelum menciptakan manusia, Allah SWT terlebih dahulu menciptakan akal dan nafsu.

Saat Allah menciptakan akal, Allah SWT mengajukan pertanyaan kepada akal.

’’Wahai akal, siapakah kamu dan siapakah Aku?’’ Dengan rendah hati, akal menjawab, ’’Aku hambaMu dan Engkau adalah tuhanku.’’

Setelah menciptakan nafsu, Allah SWT bertanya kepada nafsu. ’’Wahai nafsu, siapakah kamu dan siapakah Aku?’’

Dengan sombong nafsu menjawab, ’’Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau.’’

Mendengar jawaban dari nafsu, lantas Allah SWT murka dan melemparkan nafsu ke dalam neraka panas selama seribu tahun.

Setelah itu, nafsu ditanya lagi dengan pertanyaan yang sama. Jawaban nafsu tetap tidak berubah.

Kemudian Allah SWT melempar nafsu dalam neraka yang sangat dingin selama seribu tahun. Setelahnya, nafsu ditanya namun jawabannya tetap sama.

 Baca Juga: Binrohtal 2.122, Ihsan dan Integritas

Kemudian Allah SWT melemparkan nafsu dalam neraka lapar selama seribu tahun. Setelahnya nafsu ditanya, ’’Siapa kamu dan siapa Aku?’’

Dengan cemas nafsu menjawab, ’’Aku hambaMu dan Engkau tuhanku.’’

Dari sini diketahui, cara untuk menundukkan hawa nafsu yakni dengan melaparkan perut.

Inilah sebabnya kita diperintahkan berpuasa agar bisa mengendalikan hawa nafsu. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#mengalahkan #nafsu #Binrohtal