Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.126, 4 Doa Nabi Ibrahim

Rojiful Mamduh • Senin, 4 Maret 2024 | 14:20 WIB

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

RadarJombang.id - KH Syamsul Anam Alhafiz, menjelaskan doa Nabi Ibrahim alaihissalam saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (1/3).

’’Empat doa Nabi Ibrahim alaihissalam di QS Ays Suara 83-85 sangat dahsyat,’’ tuturnya.

Pertama, Nabi Ibrahim memohon agar dianugerahi hikmah. Hikmah berarti ilmu pengetahuan yang diamalkan dengan baik.

Dalam hubungannya dengan kepribadian orang yang saleh, hikmah diartikan sebagai petunjuk Tuhan dalam beramal.

Sehingga terlepas dari segala perbuatan dosa besar maupun dosa kecil.

Hikmah juga berarti perlakuan yang adil terhadap sesama manusia dalam memutuskan suatu perkara.

Dalam kaitannya dengan doa Ibrahim ini, hikmah ditafsirkan sebagai pengetahuan tentang sifat-sifat ketuhanan dan ilmu pengetahuan tentang kebenaran yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hukman juga diartikan makrifat tentang Allah SWT. Yakni mengenal Allah SWT dalam segal hal.

Seperti dikatakan Sayidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah; Aku tidak melihat sesuatu  melainkan aku melihat Allah sebelum sesuatu itu.

Kedua, Nabi Ibrahim berdoa agar dimasukkan ke dalam lingkungan orang-orang yang baik-baik.

’’Kumpul orang saleh ini sangat penting agar kita menjadi saleh. Sebab perilaku seseorang sangat dipengaruhi oleh temannya,’’ terangnya.

Permohonan tersebut dikabulkan oleh Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam QS Alqaqarah 130; Dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang saleh.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam juga  berdoa seperti doa Nabi Ibrahim;

Ya Allah, matikanlah kami dalam keadaan muslim, hidupkanlah kami dalam keadaan muslim, dan masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang saleh, bukan golongan orang-orang yang hina dan tertimpa musibah.

Ketiga, Nabi Ibrahim berdoa; Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian. Artinya memiliki nama baik setelah wafatnya.

Nabi Ibrahim menghendaki agar memperoleh reputasi yang baik. Sehingga generasi setelahnya selalu mengenang baik dan dakwahnya berkelanjutan.

Doa ini terbukti, jejak-jejak Nabi Ibrahim dilanjutkan oleh generasi selanjutnya termasuk Nabi Muhammad SAW. 

Allah SWT mengabulkan doa Nabi Ibrahim. Namanya tetap bersinar, sikapnya tetap diagungkan.

Nabi setelah Nabi Ibrahim seluruhnya merupakan keturunannya Nabi Ibrahim.

Termasuk keturunan Nabi Ibrahim yang jadi nabi yakni Nabi Muhammad sallallàhu ‘alaihi wa sallam.

Doa Nabi Ibrahim ini dikabulkan Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam QS As-saffat 108-110:

Dan Kami abadikan untuk Ibrahim pujian di kalangan orang-orang yang datang kemudian. Selamat sejahtera bagi Ibrahim. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Inilah sebabnya, sampai sekarang, setiap salat di tahiyat akhir kita membaca salam kepada Nabi Ibrahim.

’’Dalam hidup kita perlu berpikir untuk selalu melakukan kebaikan. Agar setelah wafat kita dikenang sebagai orang baik,’’ ulasnya.

Keempat,  Nabi Ibrahim memohon termasuk orang-orang yang berhak atas surga. Penghuni surga sudah terlihat sejak di dunia. Yakni selalu beriman dan beramal saleh. (jif/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#nabi #doa #ibrahim #Binrohtal