Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.124, Kisah Perjuangan Pekerja dan Keutamaan Hari Jumat

Achmad RW • Sabtu, 2 Maret 2024 | 15:01 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

RadarJombang.id - KH Fathul Bari, menjelaskan keutamaan hari Jumat saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (27/2).

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ada Lima malam yang tidak akan ditolak doa di dalamnya. Malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Syakban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha,’’ tuturnya.

 Nabi juga bersabda; Sesungguhnya Allah SWT menjadikan hari Jumat sebagai hari raya bagi kaum muslimin.

Maka barangsiapa yang menghadiri salat Jumat hendaknya mandi. Jika ia memiliki wangi-wangian maka hendaknya dia memakainya dan bersiwaklah.

’’Rasulullah juga bersabda; Tiada seorang muslim yang mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur,’’ terangnya.

Barang siapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah memberinya sinar cahaya di antara dua Jumat.

Nabi juga bersabda; Pada hari Jumat terdapat waktu yang seorang hamba muslim berdoa, niscaya Allah SWT mengabulkan permintaannya. Maka carilah waktu tersebut di akhir waktu setelah Asar.

Kiai Fathul Bari lalu cerita, dulu ada orang baru masuk Islam. Karena mualaf, dia diusir oleh keluarga besarnya.

Dia lantas pergi bersama istri dan anaknya hanya membawa pakaian yang melekat dalam tubuh. Mereka lantas menempati rumah kosong.

Pada hari Rabu pagi, si suami pergi ke pasar mencari pekerjaan. Namun tak ada satupun yang menerimanya.

Usai salat Duhur dia terus salat dan zikir hingga Asar. Sore hari dia lantas pulang.

Baca Juga: Binrohtal 2.121, Kunci Meraih Berkah di Tiga Bulan Utama

Istrinya menanyakan hasil kerjanya. Si suami menjawab, dia sudah bekerja, namun belum digaji.

Hari itu pun mereka tidak makan.

Pada hari Kamis pagi, si suami kembali ke pasar mencari pekerjaan. Namun tetap tidak ada yang menerima.

Usai salat Duhur, dia pun menghabiskan waktu untuk ibadah dan baru pulang sore.

Si istri lagi-lagi menanyakan upah kerjanya, namun si suami menjawab belum dibayar. Hari itu mereka kembali tidak makan.

Si istri lalu bilang; Mereka mungkin kuat tidak makan, namun dia khawatir anaknya akan lemah imannya jika sampai tiga hari tidak makan.

Pada hari Jumat pagi, si suami  kembali mencari pekerjaan di pasar. Namun lagi-lagi tidak ada yang menerima.

Usai salat Jumat, dia lantas menghabiskan waktu ibadah hingga Asar. Bakda Asar dia berdoa; Ya Allah, demi kemuliaan hari Jumat ini, berilah aku rezeki.

Sore hari, dia baru pulang ke rumah. Agar kelihatan membawa hasil, dia lantas membawa karung yang diisi pasir.

Sementara di rumah, istrinya didatangi tamu yang mengantarkan uang seribu dinar. Seraya berkata; Juragan puas dengan kerja suamimu, suruh dia menambahi pekerjaannya.

Si istri pun menggunakan uang itu untuk belanja dan memasak.

Ketika suaminya datang, si istri bertanya, karung apa yang dia bawa? Si suami menjawab, isinya tepung. Ketika dibuka, ternyata betul isinya tepung.

Baca Juga: Binrohtal 2.118, Teman Berkumpul Menentukan Perilaku

Si suami kemudian menanyakan dari mana uang yang digunakan si istri untuk belanja dan masak.

Si istri  lalu menceritakan kedatangan tamu yang mengantar bayaran tadi. Si suami pun langsung sujud syukur. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#hari jumat #keutamaan #Binrohtal