RadarJombang.id - Pengasuh PP Al-Hidayah Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdul Jabbar Hubbi mengungkap beberapa hal yang merusak hati.
Hal itu diungkapkannya saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (16/2).
’’Imam Hasan Albasri berkata, ada enam hal yang merusak hati,’’ tuturnya.
Baik buruknya manusia terletak pada hatinya. Sampai-sampai Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda;
Dalam jasad ada segumpal darah. Jika segumpal darah itu baik, maka seluruh jasad baik.
Sebaliknya, jika segumpal darah itu buruk, maka seluruh jasad buruk. Ketahuilah, segumpal darah itu adalah hati.
Makanya hati harus dijaga dari enam hal yang merusaknya.
Pertama, sengaja melakukan dosa dengan berharap akan bertobat. Atau sengaja melakukan dosa dengan berharap rahmat Allah SWT.
Ini menyebabkan seseorang berani melakukan dosa dan sulit berhenti dari dosa. Sehingga mati dalam kondisi belum bertobat.
Kita tidak boleh menganggap ringan dosa kecil. Sebab dosa kecil ketika terus dilakukan akan menjadi besar.
Baca Juga: Binrohtal 2.116, Dua Fungsi Salat: Doa dan Healing
Setiap kita jatuh dari maksiat, cepat-cepatlah bertobat. Dan gantilah perbuatan maksiat itu dengan amal baik. Agar tidak sampai mati dalam kondisi maksiat.
Rasulullah bersabda; Ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik. Niscaya perbuatan baik tadi menghapus dosa perbuatan buruk.
Perusak hati yang kedua, berilmu tetapi tidak mau mengamalkannya. Sehingga ilmu itu tidak berguna. Karena buah dari ilmu adalah mengamalkannya.
Imam Ghazali menyatakan, ilmu manfaat yakni ilmu yang dapat menambah takwa kepada Allah dan membuka kesadaran atas semua dosa dan kesalahan.
Menambah teliti akan semua cacat/cela yang ada pada dirinya dalam rangka beribadah kepada Allah. Serta mengerahkan cinta kepada akhirat.
Ilmu yang bermanfaat dapat membuka mata untuk mengetahui cacat-cacat amalmu. Sehingga menjaga diri dari perbuatan jahat.
Orang yang memahami ilmu kemudian di amalkan, disebarluaskan dan diajarkan kepada orang lain, maka seluruh isi alam akan mendoakannya.
Perusak hati yang ketiga, beramal tetapi tidak ikhlas. Ikhlas adalah ruhnya amal. Tanpa ikhlas, amal tidak akan diterima oleh Allah SWT.
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani berkata: Kamu harus menjaga amalan hati dan menjadi ikhlas, keikhlasan yang sempurna adalah bersih dari selain Allah SWT.
Perusak hati keempat, mengkonsumsi rezeki dari Allah SWT tetapi tidak pernah mensyukurinya.
Syukur berarti mendaya fungsikan seluruh anggota tubuh demi keridaan Allah dan membelanjakan harta di jalan yang Allah ridai
Kelima, tidak rela dengan pembagian rezeki yang telah di berikan Allah SWT.
Baca Juga: Binrohtal 2.113, Inilah Beberapa Golongan Orang yang Dibenci Allah SWT
Syekh Abdul Qodir Al-Jailani berkata: Bersikaplah rela terhadap yang sedikit, lalu konsistenlah dengan sikap itu, niscaya anda akan berpindah kederajat yang lebih luhur dan bernilai tinggi.
Dengan begitu anda akan merasa tenang, bahagia, sejahtera dan terpelihara. Tidak akan merasa kelelahan di dunia dan di akhirat.
Anda akan terus meningkat naik pada tataran yang lebih tinggi, lebih damai dan mambahagiakan.
Keenam, tidak mau mengambil pelajaran dari peristiwa penguburan mayit. Tidak mau mengingat kematian.
Rasulullah bersabda: Sesungguhnya alam kubur merupakan tempat akhirat. Apabila seseorang selamat di tempat awal itu, maka selanjutnya akan lebih mudah.
Tetapi jika tidak selamat di alam kubur, maka apa yang telah terjadi setelahnya akan lebih berat.
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani berkata: Siapa ingin rida dengan ketentuan Allah SWT, hendaklah ia selalu mengingat mati.
Ingat mati dapat meringankan musibah atau bencana. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW