Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 179, Memandang Ke Arah yang Benar

Rojiful Mamduh • Minggu, 11 Februari 2024 | 18:23 WIB
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan

RadarJombang.id -  Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, tentang pentingnya memandang ke arah yang benar yakni kepada Tuhan.

’’Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; Karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah,’’ katanya mengutip  Mazmur 16:8.

Mata memiliki fungsi sangat vital, untuk melihat suatu obyek. 

Alkitab menyatakan: ’’Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; Jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu.

Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.’’  (Matius 6:22-23). 

Jika kita memfungsikan mata ini dengan baik dan benar akan berdampak positif bagi seluruh aspek kehidupan kita. 

Sebaliknya, jika kita memfungsikan mata kita untuk hal-hal yang negatif, dampaknya pun akan negatif. 

Untuk mendapatkan hasil terbaik dan maksimal, penting sekali kita mengarahkan mata kita ke obyek yang benar. Sebab, jika salah memandang bisa berakibat sangat fatal.

Alkitab mencatat,  ’’Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.’’ (2 Samuel 11:2).

Karena matanya terarah ke Betsyeba yang sedang mandi, akhirnya Daud jatuh dalam dosa perzinahan dan harus menanggung akibatnya. 

Berhati-hatilah!  Ke mana arah kita memandang menentukan masa depan kita.

Baca Juga: Renungan Minggu 176, Bersabar Menunggu Pertolongan Tuhan

’’Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan. Yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia. Yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.’’  (Ibrani 12:2).

Mengarahkan pandangan kepada Tuhan Yesus berarti berfokus kepada-Nya, meneladani karakter-Nya, mengikut jalan-Nya dan memegang teguh janji-Nya.

Ketika perahu murid-murid dilanda angin sakal datanglah Tuhan Yesus menghampiri mereka untuk menolong. 

Tetapi ketika  ’’...Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: 'Itu hantu!', lalu berteriak-teriak karena takut.’’  (Matius 14:26). 

Mereka menyangka bahwa yang mendatangi mereka adalah hantu.  Tuhan Yesus berkata,  ’’Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"  (Matius 14:27).

’’Ketika arah pandang kita mulai bergeser, tidak lagi terarah kepada Tuhan Yesus, tapi kepada masalah, kita pasti akan takut dan lemah! Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Renungan #memandang #benar #arah