Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu: Mau Menang Jangan Baperan!

Rojiful Mamduh • Minggu, 4 Februari 2024 | 21:03 WIB
Renungan Minggu 73: Kesatuan dan Tekad
Renungan Minggu 73: Kesatuan dan Tekad

RadarJombang.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik.

Terutama tentang pentingnya tidak mudah baper atau terbawa perasaan.

’’Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia.

Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.

’’Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar,’’ sehingga kamu dapat menanggungnya,’’ tuturnya mengutip 1 Korintus 10:13.

Sesungguhnya dalam setiap masalah dan pergumulan yang kita hadapi, Tuhan tidak pernah sekalipun meninggalkan kita.

Hal itu jelas dikatakan ayat diatas dan ada tiga janji penyertaan Tuhan.

Pertama, ada waktu kita mengalami pencobaan lewat masalah dan pergumulan, itu tidak akan melebihi kekuatan kita.

Kedua, Tuhan tidak akan membiarkan kita dalam percobaan.

Ketiga, jelas dikatakan bahwa Tuhan akan memberikan jalan keluar.

Inilah yang membuat Paulus mengalami hidup berkemenangan sebab dia tahu pasti ’’Ada jalan keluar’’ dalam segala hal, yang mungkin bagi orang lain rasanya tidak ada pengharapan.

Baca Juga: Renungan Minggu 175, Kasih Tuhan Pasti Tak Berkesudahan

Dalam 2 Korintus 4:8-9.

Dalam segala hal kami ditindas, ’’namun tidak’’ terjepit; kami habis akal, ’’namun tidak’’ putus asa. Kami dianiaya, ’’namun tidak’’ ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, ’’namun tidak’’ binasa.

Kita lihat bagaimana Paulus dengan peka dan teliti ’’memisahkan mana problemanya yang real dan mana perasaan yang bisa melebihi realita yang sebenarnya.’’

Inilah yang menjadi ’’salah satu kunci kemenangan’’ di dalam hidup rasul Paulus.

Paulus tidak mau dikuasai oleh perasaannya supaya tidak menjadi lemah dan kalah, karena dia yakin pasti ada jalan keluar.

Bukankah sebaliknya yang sering terjadi pada kita. Di saat kita ditindas oleh pencobaan dan kesulitan, kita bisa merasa tidak punya jalan keluar.

Ketika mengalami masalah berat, kita merasa hidup ini selesai dan tidak punya pengharapan lagi.

Perasaan kitalah yang selalu melebih-lebihkan sesuatu. Kita tidak akan pernah bisa bertumbuh kalau kita akhirnya lebih banyak ’’menjadikan perasaan itu sebagai hal yang paling utama dan lebih dominan di dalam hidup kita.’’

Hal ini banyak menimpa orang-orang percaya.

Kita boleh gagal, tetapi tidak boleh kehilangan pengharapan. Kita boleh sakit, tetapi tidak boleh putus asa.

Ini yang Paulus katakan kepada kita, kita tidak akan bisa mencapai situasi seperti itu ’’kalau perasaan kita lebih dominan menguasai hidup kita.’’

Boleh dianiaya, tetapi tidak putus asa. Boleh sakit, tetapi tidak kehilangan pengharapan. Boleh habis akal, tetapi tidak frustrasi.

Baca Juga: Renungan Minggu 170, Takut yang Tuhan Kehendaki

Pastikan setiap kita saat menghadapi sesuatu yang sulit, kita bedakan masalah yang nyata dengan perasaan yang menguasai kita.

Dan katakan ’’namun tidak’’ untuk perasaan yang membuat kita jadi lemah.

’’Percayalah, pasti ada jalan keluar dan kemenangan pasti terjadi. Haleluya... Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#GPdI House of Prayer Sawahan #terbawa perasaan #Jombang #baper #Renungan Minggu #Petrus Harianto