RadarJombang.id - Ketua PCNU Jombang sekaligus Pengasuh PP Putri Tebuireng, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan pentingnya ikhlas.
Hal itu diungkapkan gus Fahmi saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (18/1).
’’Mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan ikhlas, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat,’’ tuturnya mengutip QS Albayinah 5.
Dalam hal apapun, kita diperintahkan ikhlas, karena Allah SWT. Termasuk dalam hal pekerjaan.
’’Orang yang kerjanya tidak ikhlas, pasti akan selalu merasa kurang sehingga berani korupsi dan mengambil hak orang lain,’’ tegasnya. Ini karena hanya orang beriman yang bisa ikhlas.
Orang yang punya iman, pasti bisa ikhlas. Sebaliknya, orang yang tak punya iman, akan bablas.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang berani mencuri, zina, maksiat dan berbuat dosa, itu pasti imannya sedang copot.
Tidaklah seseorang mencuri, kecuali pada saat itu sedang tidak beriman. Tidaklah seseorang zina kecuali saat itu sedang tidak iman.
Tidaklah seseorang berani berbuat maksiat dan dosa kecuali saat itu sedang tidak beriman.
Gus Fahmi cerita, suatu hari ada penjual kerupuk dengan keterbatasan fisik. Penjual kerupuk tersebut buta matanya.
Meski begitu, ia tetap mencoba menjalani hidup layaknya orang normal dengan berjualan kerupuk.
Baca Juga: Binrohtal 2.102, Perlunya Kita Mensyukuri Nikmat Akal
Selang beberapa waktu, ada seorang pemuda yang hendak membeli kerupuk dari penjual tadi.
Pemuda tersebut lalu memberikan pertanyaan, jika saja dirinya tidak membayar namun meminta kembalian kepada penjual buta tadi.
Lalu ia menanyakan, bagaimana tanggapan sang penjual kerupuk dengan kondisi buta.
Seketika penjual kerupuk menjawab dengan nada rendah.
’’Nak, rezeki sudah Allah atur, saya cuma berusaha. Jika memang rezeki tersebut adalah milik saya, maka tak akan tertukar. Begitu pun sebaliknya,’’ kata si penjual kerupuk dengan kondisi buta.
Seketika setelah mendengar jawaban dari penjual kerupuk tadi, anak muda langsung bergetar hatinya.
Ia kemudian memberikan uang kepada penjual kerupuk tadi dengan jumlah yang lebih.
Pemuda tersebut percaya, jika Allah SWT menitipkan rezeki penjual tersebut lewat tangannya.
’’Dari cerita tersebut kita bisa mendapatkan pesan moral. Rezeki dari Allah SWT tidak akan pernah tertukar alamat. Apa pun itu, jika kita percaya akan Allah, maka jalan yang diberikan menjadi lebih mudah. Bahkan dalam segi pekerjaan sekalipun,’’ tegasnya.
Percayalah, Allah SWT memberikan yang terbaik untuk hambanya. Jikapun tidak rezekinya, maka Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik.
Besar kecil tetap disyukuri. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW