RadarJombang.id - Pengasuh PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Habib Muhammad bin Salim Assegaf, menjelaskan cara mengingatkan kesalahan kepada orang lain.
Hal itu diungkapkannya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (8/1).
’’Ada empat cara mengingatkan,’’ tutur Habib Muhammad.
Cara mengingatkan kesalahan yang pertama, adalah dengan cara sindiran.
’’Orang yang hatinya sangat halus, disindir saja sudah ingat dan kembali ke jalan yang benar,’’ terangnya.
Suatu ketika, ada orang berjalan, lalu melihat daun jatuh. Ada daun tua. Juga ada daun muda.
Orang ini langsung menangis takut kepada Allah SWT. Dia menganggap daun yang jatuh dihadapannya adalah peringatan dari Allah SWT bahwa semua orang pasti akan mati.
Seperti halnya dan yang jatuh. Dan mati itu bisa terjadi kapan saja. Bisa kala muda maupun waktu tua. Seperti daun yang jatuh itu.
Cara mengingatkan kesalahan ke dua, adalah dengan nasihat.
’’Ada orang yang baru bisa diingatkan dengan nasihat,’’ terangnya.
Seperti saat kita mendengar azan. Itu pengingat agar kita salat. Orang yang sadar, akan langsung berangkat salat tatkala mendengar azan.
Baca Juga: Binrohtal 2.100, Bercermin Lewat Kegiatan Mengaji
Juga seperti anak yang baru mau belajar setelah dinasihati orang tuanya.
Cara mengingatkan kesalahan yang ke tiga, adalah dengan ancaman.
Seperti anak yang baru mau belajar setelah diberi ancaman hukuman.
’’Ada orang yang baru bisa kembali ke jalan yang benar setelah diberi ancaman,’’ ucapnya.
Seperti orang yang meninggalkan mencuri karena diancam akan dipenjara dan dipotong tangannya. B
aru meninggalkan zina setelah diancam dihukum rajam sampai mati.
Baru meninggalkan khomer atau narkoba setelah diancam bui. Baru meninggalkan korupsi setelah diancam ditangkap KPK.
Baru meninggalkan dosa dan maksiat setelah diancam siksa kubur dan siksa neraka.
Contohnya seperti mantan petinju Muhammad Ali. Kemana pun dia selalu membawa korek meski tidak merokok.
Saat ingin melakukan maksiat, dia nyalakan korek itu dan diarahkan ke tangannya.
Ketika tangannya terasa panas, maka keinginan maksiat menjadi hilang.
Panasnya korek saja dia tidak bisa menahan. Apalagi dengan panasnya api neraka yang berjuta kali lipat.
Baca Juga: Binrohtal 2.097, Kedahsyatan dan Manfaat Rajin Sedekah
Gambaran api neraka yang paling dingin, ketika mengenai telapak kaki, maka otak di kepala langsung mendidih. Karena saking panasnya.
Keempat, adalah kelompok yang tidak bisa diingatkan dengan cara apapun. ’’Ini golongannya setan,’’ tandasnya.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Almujadilah 19. Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah SWT.
Mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi.
’’Diri kita, keluarga kita dan anak-anak kita harus terus diingatkan kepada Allah SWT,’’ sarannya.
Baik dengan zikir, baca Alquran, salawat kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam maupun mengikuti majelis taklim.
Agar mereka ingat, sejak di dalam kandungan sudah mengakui Allah SWT.
Sebagaimana ditegaskan dalam QS Al A’raf 172. Dan ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka.
Seraya berfirman: Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul, Engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi.
Kami lakukan yang demikian itu agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: Sesungguhnya kami bani Adam adalah orang-orang yang lengah terhadap keesaan Tuhan. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW