RadarJombang.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, tentang pentingnya memahami makna perayaan Natal.
"Mereka masuk ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur," tuturnya mengutip Matius 2:11.
Ada seorang ibu yang sedang menyusun daftar hadiah Natal buat para kerabat, sahabat dan keluarga.
Sementara menyusun daftar itu, anaknya yang berumur tujuh tahun duduk di sampingnya dan asyik memperhatikan.
"Nak, Ibu sudah menyusun daftar nama penerima hadiah Natal kita. Coba kamu lihat, apakah ada nama yang lupa Ibu tulis?" tanyanya.
Si anak menyimak daftar nama yang ditulis ibunya dengan teliti. "Ibu lupa mencantumkan nama Yesus," sahutnya kemudian.
Sebetulnya sangat ironis ketika Natal tidak lagi berpusat pada Kristus. Bukankah Natal adalah peringatan akan hari kedatangan-Nya?
Sayangnya yang seringkali terjadi sekarang adalah orang-orang malah sibuk dengan kepentingan dan kesenangannya sendiri.
Sehingga pertanyaan yang muncul bukan "Apa yang bisa aku berikan buat Sang Bayi Kudus?", melainkan, "Hadiah apa yang akan aku dapat? Mau belanja ke mana? Bisnis apa lagi yang bisa aku garap?".
Fokusnya adalah "aku", bukan Kristus.
Banyak orang yang begitu sibuk dengan berbagai persiapan acara, hingga tidak jarang orang saling berkelahi.
Baca Juga: Renungan Minggu 169, Selalu Ada Kekuatan Dibalik Pujian Kepada Tuhan
Kita lupa untuk duduk tenang dan bertanya, "Apakah memang ini yang Kristus inginkan sebagai peringatan atas kelahiran-Nya?"
Tidak heran kalau kemudian Natal berlalu tanpa makna. Hanya sebuah rutinitas dan perayaan biasa. Tidak mengubah atau memperbarui apa-apa.
Renungan kita hari ini bicara tentang kisah para Majus. Mereka datang ke Betlehem dari negeri yang jauh, melewati berbagai rintangan dan bahaya, membawa hadiah-hadiah bermakna untuk Kristus.
Tujuan mereka adalah menyembah Kristus, bukan menuruti keinginan atau kepentingan sendiri.
Semua persiapan dikerjakan dan yang terbaik dipersembahkan untuk Tuhan Yesus. Bagaimana dengan kita, apa makna natal bagi kita?
Natal harus berfokus pada Kristus, sebab natal adalah pesta-Nya bukan pesta kita.
Bukan tentang apa yang aku dapatkan, tapi apa yang aku berikan kepada Tuhan.
Sambutlah Natal dengan penuh sukacita, karena kasih Allah telah dinyatakan bagi kita.
"Selamat Natal 2023 dan selamat menyongsong tahun baru 2024.
Tuhan Yesus memberkati," ucapnya. (jif/riz)
Editor : Achmad RW