JOMBANG - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, tentang pentingnya menikmati proses penempaan yang diberikan Tuhan.
"Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya," tuturnya mengutip Amsal 27:17.
Teringat waktu kecil saya sering melihat tetangga sebelah rumah seorang pedagang daging mengasah pisau dengan lempengan besi.
Tujuan pisau itu diasah dengan lempengan besi adalah supaya tajam.
Seperti yang dikatakan ayat di atas besi menajamkan besi. Proses penajaman itu tentu menimbulkan rasa tidak enak.
Timbul panas dari gesekan yang terus-menerus serta memerlukan energi. Namun cobalah lihat hasilnya, pisau yang diasah akan menjadi semakin tajam dan dapat digunakan secara maksimal.
Gambaran ini dipakai dalam firman Tuhan untuk mengingatkan kita, bahwa bukan hanya besi yang dapat menajamkan besi, melainkan manusia juga "menajamkan" sesamanya!
Waktu Tuhan membentuk karakter seseorang tidak secara otomatis, tetapi melalui proses "penajaman".
Tuhan mengasah kita dengan melibatkan orang-orang dekat yang ada di sekitar kita.
Dalam sebuah komunitas, mungkin kita menghadapi berbagai perbedaan, kritik atau perlakuan yang kurang menyenangkan.
Namun sadarkah kita bahwa melalui semua itu kita sedang dibentuk menjadi seorang yang tabah, tangguh dan berprinsip?
Baca Juga: Renungan Minggu 168, Semua Hal Sama Pentingnya
Ketika kita berdoa kepada Tuhan minta diberikan kesabaran, tetapi justru Dia mengizinkan seseorang menguji kesabaran kita.
Ada kalanya kita berdoa agar Tuhan memberi kekuatan, tetapi Dia mengizinkan kita berhadapan dengan mereka yang mengucapkan kata-kata yang menjatuhkan semangat.
Pernahkah kita mengalami hal seperti ini? Jika ya janganlah mengeluh dan bersungut, tapi jadilah seorang yang tahan uji.
Jalanilah dengan kesadaran bahwa Tuhan dapat memakai setiap orang yang kita jumpai untuk ikut "menajamkan" sisi-sisi kehidupan kita.
Tujuan Tuhan adalah supaya kita lebih berkualitas dan berguna. Laluilah proses penajaman dengan tegar, walau mungkin tidak mudah.
Karena kita tahu bahwa dengan cara itu, kualitas hidup kita sedang dimurnikan.
Seringkali apa yang tidak kita sukai dari sesama, justru itu proses yang dipakai Tuhan untuk menajamkan karakter kita.
"Tetaplah bersemangat dan menikmati proses-Nya. Makin terasah makin indah hidup kita bagi kemuliaan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati," tegasnya. (jif/riz)
Editor : Achmad RW