Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.081, Inilah Beberapa Bahaya Prasangka Buruk

Rojiful Mamduh • Sabtu, 2 Desember 2023 | 14:20 WIB
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

JOMBANG - Pengasuh PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Habib Muhammad bin Salim Assegaf, menjelaskan bahaya prasangka buruk

Bahayanya prasangka buruk itu, disampaikannya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (27/11),

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Jauhilah prasangka buruk, karena  prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta,’’ tuturnya.

Sebagaimana ditegaskan dalam QS Alhujurat 12. Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.

Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. Dan janganlah ada di antara kamu sekalian yang menggunjing sebagian yang lain.

Apakah ada di antara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kalian merasa jijik.

Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.

Alkisah, suatu hari Imam Junaid al-Baghdadi duduk-duduk di Masjid asy-Syuniziyyah.

Bersama penduduk Bagdad lainnya, ia menunggu beberapa jenazah yang hendak disalati.

Di depan mata Imam Junaid, seseorang yang tampaknya ahli ibadah terlihat sedang meminta-minta.

’’Andai saja orang ini mau bekerja hingga terhindar dari perbuatan meminta-minta, tentu lebih bagus,’’ kata Imam Junaid dalam hati.

Baca Juga: Binrohtal 2.077, Belajarlah Ikhlas Seperti Wali Allah

Kondisi aneh terasa ketika Imam Junaid pulang dari masjid. Ia punya rutinitas salat dan munajat sampai menangis tiap malam.

Tapi malam itu, ia benar-benar sangat berat melaksanakan semua wiridnya.

Ulama yang biasa disapa Abul Qasim ini hanya bisa begadang sambil duduk hingga terkantuk.

Dalam gelisah, Imam Junaid pun terlelap. Tiba-tiba saja, orang fakir yang ia jumpai di Masjid asy-Syuniziyyah itu hadir dalam mimpinya.

Anehnya, si pengemis digotong para penduduk Bagdad lalu menaruhnya di atas meja makan yang panjang.

Orang-orang berkata kepada Imam Junaid, ’’Makanlah daging orang fakir ini. Sungguh kau telah mengumpatnya.’’

Imam Junaid terperangah. Ia merasa tidak pernah mengumpat pengemis itu.

Sampai akhirnya sadar, ia pernah menggunjingnya dalam hati soal etos kerja.

Dalam mimpi itu, Imam Junaid didesak untuk meminta maaf atas perbuatannya tersebut.

Sejak saat itu, Imam Junaid berusaha keras mencari si fakir ke semua penjuru.

Hingga suatu ketika Imam Junaid melihatnya sedang memunguti dedaunan  di atas sungai untuk dimakan. Dedaunan itu, sisa sayuran yang jatuh saat dicuci.

Segera Imam Junaid menyapanya. Belum sampai Imam Junaid mengutarakan maksud kedatangannya.

Baca Juga: Binrohtal 2.074, Empat Ibadah yang Diajarkan Nabi Muhammad Sebelum Tidur

Orang itu sudah berkata; ’’Apakah kau akan mengulanginya lagi wahai Abul Qasim?’’ ’’Tidak,’’ jawab  Imam Junaid.

’’Semoga Allah mengampuni diriku dan dirimu,’’ ucap orang tersebut.

Imam Junaid beruntung, peringatan untuk kesalahannya datang lewat mimpi sehingga bisa berbenah diri. Para kekasih Allah SWT memang demikian. Salah sedikit saja langsung ditegur oleh Allah SWT.

Sementara orang yang mudah mengumpat, mencela orang lain, bukan saja dalam hati, tapi juga terang-terangan lewat lisan bahkan tulisan, bisa jadi dibiarkan, hingga kelak diberi siksa yang pedih di akhirat. "Kita berlindung kepada Allah SWT dari hal seperti itu," pungkasnya. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#beriman #Jombang #Binrohtal #prasangka buruk