RADAR JOMBANG - Makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan salah satu wisata religi di Jombang.
Makam Gus Dur, berada di kompleks Pesantren Tebuireng, di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
Wisata religi ini, sepanjang tahun menyedot animo masyarakat tak hanya Jombang bahkan sampai luar Jombang.
Berikut Beberapa fakta keunikan makam Gus Dur di kutib dari berbagai sumber:
1. Posisi Makam
Gudur di semayamkan satu lokasi dengan sang kakek, KH Hasyim Asy'ari Dan Sang Ayah KH Wahid Hasyim.
Tempatnya, persis di sebelah utara makam KH Hasyim Asy'ari.
2. Bertaraf Internasional
Komplek makam Gus Dur (KMGD), merupakan destinasi wisata religi bertarap nasional bahkan internasional.
Kawasan wisata Religi ini ditetapkan menjadi yang terbaik pada anugrah Jawa Timur (AWJ) 2017 untuk kategori wisata daya tarik Wisata Budaya.
3. Menarik animo ribuan warga sepanjang tahun
Wisata religi ini hampir buka setiap hari. Namun biasanya akan ditutup di bulan-bulan tertentu, misalnya bulan ramadan.
Dari data, setiap hari kawasan wisata ini dikunjungi 1000 - 2000 peziaroh. Bahkan pada hari libur pengunjungnya bisa sampai 10.000 orang.
4. Jadwal kunjungan
Di makam Gus Dur ada jadwal kunjungannya, pintu masuk ditutup saat menjelang magrib.
Setelah shalat isya, pintu menuju ke makam kembali dibuka, sehingga peziarah bisa menuju ke makam.
Menuju ke tempat makam, peziarah juga bisa dengan leluasa duduk berdoa.
Sebelum subuh pintu makam akan ditutup kembali dan baru dibuka setelah santri berangkat ke sekolah.
Jadi, pertama makam dibuka mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB dan sesi kedua mulai pukul 20.00 hingga 03.00 WIB.
5. Batu nisan yang Unik
Batu misan Makam Gus Dur, terbuat dari batu yang tak biasa. Warnanya kehijauan.
Lebih unik lagi, pada batu nisan itu ada tulisan dengan bahasa China, Inggris, Arab dan bahasa indonesia.
Jika diartikan, tulisan itu yang berbunyi: di sini berbaring orang pejuang kemanusian.
6. Hasilkan sumbangan ratusan juta
Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) mengelola dana ratusan juta yang didapatkan dari para pengunjung makam Gus Dur.
Setiap bulan dana sumbangan yang dikumpulkan dari kotak amal mencapai Rp 250-300 juta.
7. penyebab makam dipagar
Beberapa peziarah menyempatkan diri menjumput tanah dan bunga di atas gundukan makam Gus Dur sebelum dipagar. Karena itu, kini pengelola melakukan pemagaran keliling pada kompleks makam ini.
8. Sasarannya lintas kepentingan
Makam Gus Dur tak hanya dikunjungi masyarakat biasa saja, atau orang-orang yang niat bersiarah.
Makam ini, juga menjadi magnet bagi politikus, komunitas lintas agama, komunitas lintas ormas dan menjadi wisata religi teramai di Kabupaten Jombang.
9. Berdayakan UMKM
Sepanjang jalan menuju ke makam Gus Dur dipenuhi dengan kios yang isinya beragam produk dan oleh-oleh.
Ada warung makan, penjualan baju muslim, aksesori, sampai berbagai macam kaset.
Selain pertokoan masih ada berbagai fasilitas yang menjual jasa seperti kamar mandi dan tempat penginapan. (mg1/riz)
Editor : Achmad RW