Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Toriqoh 274, 4 Hal Baik dan 4 Hal Lain yang Jauh Lebih Baik

Achmad RW • Selasa, 21 November 2023 | 15:30 WIB

 

Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan

JOMBANG - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan empat hal yang baik.

Namun diatasnya masih ada empat hal yang jauh lebih baik.

’’Ahli hikmah mengatakan; Adanya rasa malu pada kaum lelaki itu baik. Namun yang lebih baik lagi bila rasa malu itu ada pada kaum wanita,’’ tuturnya.

Ada malu yang bersifat naluriah. Yakni malu yang dikaruniakan Allah SWT kepada setiap manusia.

Seperti rasa malu bila terbukanya aurat atau melakukan kemesraan di tempat umum.

Ada malu yang bersifat imaniah. Yakni malu yang mencegah seseorang dari berbuat atau maksiat, karena takut kepada Allah SWT.

Kita tidak boleh meninggalkan kewajiban mencari ilmu dengan alasan malu. Malu dalam menuntut ilmu itu salah tempat.

Kedua, adil yang dimiliki orang biasa itu baik. Namun adil yang dimiliki oleh penguasa itu jauh lebih baik lagi.

Adil yakni sikap menempatkan sesuatu pada tempatnya. Tidak berat sebelah, dan tidak lebih juga tidak kurang.

Suatu ketika, ada sahabat yang hendak memberi sesuatu kepada salah satu anaknya. Namun tidak memberi hal yang sama kepada anak-anaknya yang lain.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam lalu meneguh; Jika satu anak diberi, hendaklah semua anaknya juga diberi hal yang sama.

Baca Juga: Toriqoh 271, 4 Fadilah Penting Amalan Fardu

Agar anak-anaknya tidak memiliki alasan untuk membenci dirinya.

Jika yang adil penguasa, maka manfaatnya sangat besar. Makanya Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda;

Pemimpin yang adil termasuk salah satu dari tujuh golongan yang kelak di akhirat akan dilindungi oleh Allah SWT. Pada saat itu, tidak ada perlindungan kecuali dari Allah SWT.

Ketiga, tobatnya kakek-kakek itu baik. Namun yang lebih baik lagi, tobatnya kaum muda.

’’Tobatnya pemuda itu lebih berat, makanya jauh lebih mulia,’’ terangnya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Pemuda yang rajin ibadah dan selalu bertobat termasuk salah satu dari tujuh golongan yang kelak di akhirat akan dilindungi oleh Allah SWT.

Tobat itu ada tiga tingkatan. Tingkatan pertama tobat meninggalkan kemaksiatan menuju ketaatan.

Tingkatan kedua inabah, tobat dari ketataan yang belum sempurna.

Misalnya salat tidak khusyuk. Salat fardu tapi tidak menyempurnakannya dengan qabliyah bakdiyah.

Puasa Ramadan tapi tidak menyempurnakannya dengan puasa-puasa sunah.

Mengeluarkan zakat wajib namun tidak menyempurnakannya dengan sedekah-sedekah sunah.

Tingkatan tertinggi aubah, tobat dari sedetik pun waktu yang terlewat tanpa ingat Allah SWT.

Baca Juga: Toriqoh 268, Awas! Dengki Bisa Menutup Nikmat

Rasulullah bersabda; Ahli surga nanti akan menyesali tiap detik yang terlewat tanpa ingat Allah SWT.

Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.

Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka bisa zikir di semua waktu.

Keempat, dermawannya orang kaya itu baik. Namun dermawannya orang miskin jauh lebih baik.

’’Amal semakin berat, pahalanya semakin besar. Makanya dermawannya orang miskin jauh lebih bagus dibanding dermawannya orang kaya,’’ jelasnya. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW