Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

9 Kiai NU ini Juga Berstatus Pahlawan Nasional, 3 Diantaranya dari Jombang

Magang • Minggu, 12 November 2023 | 00:30 WIB
9 potret Kiai NU yang juga berstatus Pahlawan nasional
9 potret Kiai NU yang juga berstatus Pahlawan nasional

RADAR JOMBANG - Tak dipungkiri lagi, Nahdlatul Ulama (NU) banyak melahirkan para pejuang dan kiai yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. 

Beberapa pejuang yang juga berstatus kiai, tak jarang bahkan jadi pahlawan nasional.

Dikutip dari nu.or.id, berikut ini nama tokoh bergelar pahlawan nasional yang pernah aktif di NU di berbagai tingkatan.

1. Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari

Hadratussyekh KH Hasyim As’yari adalah tokoh utama dan pendiri NU pada 31 Januari 1926.

Ia merupakan satu-satunya penyandang gelar Rais Akbar NU hingga akhir hayatnya dan tak pernah ada lagi hingga sekarang.

Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 17 November 1964 berkat jasanya yang berperan besar dalam pendidikan melalui NU dan melawan penjajah.

Salah satu di antara jasanya untuk negara ini adalah memutuskan NU untuk mengeluarkan Resolusi Jihad fi Sabilillah yang direkomendasikan untuk pemerintah RI yang baru berdiri.

Juga dan Jihad fi Sabilillah untuk umat Islam dengan fatwa, setiap orang dewaasa yang berada dalam radius 90 km dari medan pertempuran melawan penjajah wajib berperang.

Keduanya diputuskan menjadi pernyataan resmi organisasi NU pada 22 Oktober 1945. Tanggal tersebut kemudian dijadikan sebagai Hari Santri Nasional.

 

2. KH Abdul Wahid Hasyim

KH Abdul Wahid Hasyim adalah putra Hadratussyekh KH Hasyim As’yari dan ayah dari presiden keempat RI KH Abdurrahmann Wahid.

Ia merupakan salah satu anggota Badan Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Ia  ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tanggal 17 November 1960.

3. KH Zainul Arifin

KH Zainul Arifin, merupakan tokoh NU asal Barus, Sumatera Utara. Keturunan raja-raja Barus ini aktif di NU sejak muda melalui kader dakwah.

Di antara jasanya adalah pada pembentukan pasukan semi militer Hizbullah. Kemudian menjadi panglimanya. Ia pernah menjadi perdana menteri Indonesia, Ketua DPR-GR.

Pemerintah menetapkan dirinya sebagai pahlawan nasional pada 4 maret 1963.

4. KH Zainal Musthafa

KH Zainal Musthafa merupakan tokoh NU dari Tasikmalaya, pernah menjadi salah seorang Wakil Rais Syuriyah.

Ia salah seorang kiai yang secara terang-terangan melawan para penjajah Belanda.

Bersama para santrinya mengadakan perang dengan Jepang. Atas jasanya ia dianugerahi sebagai pahlawan nasional pada 1972. 

 

5. KH Idham Chalid

Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda.

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua MPR dan Ketua DPR. Selain sebagai politikus, ia merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tahun 1956-1984.

Hingga saat ini ia merupakan ketua paling lama di ormas bentukan para kiai ini. Atas jasanya, ia ditetapkan sebagai pahlawan pada 8 November 2011.

6. KH Abdul Wahab Chasbullah

KH Abdul Wahab Chasbullah merupakan Salah seorang pendiri NU.

Sejak 1924, mengusulkan agar dibentuk perhimpunan ulama untuk melindungi kepentingan kaum tradisionalis yang bermazhab.

Usulannya terwujud dengan mendirikan NU pada 1926 bersama kiai-kiai lain.

Kiai yang wafat pada 29 Desember 1971 itu mendapatkan gelar pahlawan pada 8 November 2014.

7. KH As’ad Syamsul Arifin

KH As’ad Syamsul Arifin salah seorang kiai berperang melawan penjajah. Ia menjadi pemimpin para pejuang di Situbondo, Jember maupun Bondowoso, Jawa Timur.

Di masa revolusi fisik, Kiai As'ad menjadi motor yang menggerakkan massa dalam pertempuran melawan penjajah pada 10 November 1945.

Atas jasa-jasanya, ia mendapat anugerah pahlawan pada 9 November 2016. 

8. KH Syam’un KH Syam’un

KH Syam’un KH Syam’un merupakan pengurus NU di Serang, banten.

KH Syam'un selain alim dalam keilmuan, menguasai tiga bahasa asing dan pernah mengajar di Arab Saudi pada masa mudanya.

Ketika kembali ke tanah air, ia bergabung dengan kelaskaran. Ia pernah menjadi perwira tentara sukarela Pembela Tanah Air (PETA).

Ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah RI pada 8 November 2018. 

9. KH Masykur

KH Masjkur adalah tokoh NU pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Di antara kontribusinya semasa hidup adalah ikut terlibat merumuskan Pancasila sebagai dasar negara.

Ia ditetapkan pemerintah sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah pada 8 November 2019. (mg3/riz)

Editor : Achmad RW
#pahlawan #NU #Nasional #kiai