JOMBANG - Masjid NU Al Huda juga menjadi saksi syiar dakwah Islam terutama di Dusun Ponggok, Desa Banjarsari, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang.
Berbeda dengan sekarang, dulunya jamaah Masjid mengandalkan jam matahari sebagai penanda waktu salat lima waktu.
”Biasanya warga menyebutnya bencet. Kali terakhir dipergunakan pada sekitar 1980-an,” uangkap Ketua Takmir Masjid NU Al Huda Mudz Harur Rosyidin.
Ia menambahkan, jauh sebelum bangunan yang saat ini berdiri, kondisi masjid masih sangat sederhana.
Selain dari kayu, juga memakai jam matahari. ”Dulu belum ada jam dinding atau jam tangan,” kata Rosyidin sembari tertawa.
Dikatakan, untuk menentukan waktu salat kala itu masjid masih mempergunakan jam matahari.
Lokasinya berada di depan serambi masjid. ”Kemudian ikut dibongkar 1980, sehingga sudah tidak ada lagi sisanya,” tutur dia.
Layaknya jam matahari lainnya, menurut dia, bentuknya kotak panjang. Lalu di tengahnya terdapat besi.
”Dipakai untuk menentukan awal waktu salat Duhur dan Asar,” ujar Rosyidin.
Ketika itu, masjid juga belum memiliki nama Al Huda. Menurut dia, warga menggunakan sebutan masjid gladak Ponggok.
”Baru diberi nama kalau tidak salah 1970-an atau sebelum dibongkar,” tutur dia.
Baca Juga: Masjid Tua di Gudo Jombang ini Sudah Dua Kali Direhab, Dulunya Bahkan Punya Pondok
Para remaja di dusun setempat, lanjut Rosyidin, menggelar Halal Bihalal.
”Namanya anak muda kalau masjid tidak ada namanya nggak enak, akhirnya dikasih nama Al Huda yang artinya petunjuk, tapi versi orang-orang ada yang beda,” kata Rosyidin. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW