JOMBANG – Musim kemarau panjang dan kekeringan membuat ratusan masyarakat dan pelajar di Kabupaten Jombang melaksanakan salat istisqa atau salat meminta hujan.
Salat istisqa itu, digelar di halaman sekolah dasar negeri Tugu Kepatihan Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang Kamis (2/11) siang.
Salat Istisqa tersebut diimami Habib Muhammad Mujaddid Assegaf.
Setelah salat juga dipanjatkan doa agar hujan segera turun akibat kemarau panjang.
Habib Muhammad Mujaddid Assegaf mengatakan, ini untuk mengajak umat muslim yang mengikuti shalat istisqa untuk meneladani Nabi Muhammad.
Bentuknya, bisa diwujudkan dengan menyayangi umat manusia serta menjaga ekosistem alam.
"Kita diajarkan oleh Allah SWT untuk menjaga alam ini. Kemarau panjang yang kita rasakan seperti saat ini, bisa menjadi bahan evaluasi," ungkapnya.
Kondisi cuaca yang tidak menentu, siklus musim hujan dan kemarau sulit diprediksi hingga bencana tanah longsor dan banjir disebutnya bisa saja sewaktu-waktu datang.
Maka itu perlu komitmen kita untuk merawat bumi ini dengan tidak menebang pohon sembarangan serta melakukan penghijauan.
"Karena itu sebagai umat Islam mari berdoa kepada Allah agar diturunkan hujan yang barokah dan bermanfaat bukan hujan bencana," tuturnya.
Baca Juga: Kemarau Panjang, BPBD Jombang Sebut Ada 3 Desa di Jombang Kesulitan Air Bersih
Sementara Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi menuturkan dampak musim kemarau yang berkepanjangan selama ini, dirasakan masyarakat kian meluas.
Selain berdampak kesulitan mencukupi kebutuhan air konsumsi sehari-hari, juga berakibat banyak lahan pertanian dan perikanan yang mengering akhir-akhir ini.
"Salat istisqa dilakukan karena situasi musim yang tidak menentu, kegiatan ini dihadiri oleh anak sekolah, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kita berharap Allah memberikan hujan khusunya di Kabupaten Jombang," pungkasnya. (yan/riz)
Editor : Achmad RW