JOMBANG - Selama hidupnya, Mbah Ras, pendiri Masjid Baitul Ghoffar banyak menyebarkan ajaran agama Islam di wilayah Megaluh.
Selain mendirikan masjid, dulunya juga mendirikan pesantren.
Meski bangunan pesantren sekarang sudah tidak ada, namun jejaknya masih bisa dilacak dari peninggalan sumur tua.
Bahkan sebagian warga percaya air dari sumur tua itu bisa dijadikan obat alias memiliki tuah.
”Tapi sumurnya sudah tidak ada, ditutup, dan diganti dengan mesin pompa, tapi masih ada saja yang ke sini ambil air, katanya untuk obat, saya sendiri juga tidak tahu bagaimana khasiatnya,” jelasnya.
Selain sumur, sebagian bangunan dari masjid tua masih dipertahankan.
Seperti dinding tebal di seluruh bagian masjid, merupakan dinding lama.
”Renovasi hanya menambahkan aci, kalau zaman dulu kan memang tidak ada aci, tapi dinding tebalnya masih asli,” ulasnya.
Benda lain yang masih dipertahankan keasliannya adalah bedug. Berukuran kecil berwarna cokelat.
Bedug tersebut konon peninggalan masjid awal, yang masih bisa digunakan sampai sekarang.
Bedug hanya diganti kulitnya saja untuk menjadi kulit baru.
”Kalau kayunya masih bagus dan kuat, terakhir ganti kalau tidak salah tahun 2020, ganti kulitnya saja,” pungkasnya. (wen/naz)
Editor : Achmad RW