Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Masjid Tua di Megaluh, Jombang ini Jadi Saksi Dakwah Islam Pasukan Pangeran Diponegoro

Wenny Rosalina • Jumat, 3 November 2023 | 15:30 WIB

 

Masjid Tua di Desa/Kecamatan Megaluh, Jombang ini diyakini dibangun oleh prajurit pangeran Diponegoro
Masjid Tua di Desa/Kecamatan Megaluh, Jombang ini diyakini dibangun oleh prajurit pangeran Diponegoro

JOMBANG - Masjid Baitul Ghoffar yang berada di Dusun Santren, Desa/Kecamatan Megaluh merupakan salah satu masjid tua di Kabupaten Jombang.

Berdiri sekitar tahun 1800an, masjid tua ini dipercaya sebagai salah satu saksi perjuangan pasukan Pangeran Diponegoro.

”Tidak ada cerita yang pasti benar, yang ada cerita turun-temurun dari berbagai sumber. Namun, yang pasti masjid ini adalah masjid tua, yang berdiri sebelum 1900an, artinya 1800an, bahkan ada yang bilang 1700an juga,” kata Nurul Akhsan, Sekdes Megaluh.

Dusun Santren sendiri berasal dari kata pesantren. Sebab, dulu di sisi timur masjid merupakan bangunan pesantren panggung dengan atap jerami.

Pesantren itu, berdiri saat Mbah Ras (pendiri masjid) menyebarkan agama Islam di wilayah Kecamatan Megaluh.

Masjid Baitul Ghoffar sering kali didatangi mahasiswa, atau penelusur sejarah.

Sebab, masjid ini dipercaya sebagai masjid anak buah Pangeran Diponegoro yang disebar.

Sebab, ciri-cirinya sama dengan masjid peninggalan anak buah Pangeran Diponegoro yang lainnya.

Yaitu ada pohon sawo, dan puji-pujian yang dilantunkan khas. Bahkan masih dihafal sebagian tetua Dusun Santren saat ini.

”Sawonya sudah tidak ada, tapi memang orang-orang tua sini masih hafal puji-pujiannya,” jelasnya.

Baca Juga: Masjid di Ngoro Jombang ini Punya Arsitektur Unik: Perpaduan Turki, Tinghoa dan Jawa

Bangunan masjid telah mengalami dua kali renovasi. Renovasi pertama mengganti empat tiang kayu tua yang ada di bagian dalam masjid.

Dulu, di bawah tiang tersebut, ada koin lama yang ditemukan. Sayangnya, koin tersebut kini sudah tidak ada.  

”Tapi yang pasti bukan uang rupiah, saya tidak tahu, waktu itu renovasinya tahun berapa,” katanya.

Renovasi kedua dilakukan sekitar tahun 1996. Bangunan masjid lama dengan dulu nyaris tak ada beda, ukurannya sama, bentuknya juga sama.

Hanya atap yang dulunya berbentuk seperti atap Cheng Hoo, kini diganti menjadi atap biasa, dengan kubah kecil di atasnya.

Sedangkan tiang yang dulunya kayu, kini menjadi tiang cor. Pintu yang dulunya berukuran besar dari kayu, kini diganti menjadi pintuk biasa dengan kaca.

”Karena kayu kusen pintu dan jendela sudah rapuh, jadi diganti semua,” jelasnya.

Masjid Baitul Ghoffar dipercaya sebagai masjid tertua di sekitar Megaluh.

Dari cerita-cerita lama, banyak jamaah masjid yang datang dari wilayah Plandaan, hingga Banjardowo untuk salat di Masjid Baitul Ghoffar.

”Dulu katanya jamaah itu naik kuda, ada yang dari Klitih, sampai Banjardowo,” ungkapnya. (wen/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#masjid tua #Jombang #Megaluh #pangeran diponegoro