Wa innah lihubb al-khair lasyadid. Kabeh menungso iku sueneng duit.
Al-khair, asli maknanya adalah ’’baik’’. Tapi, di beberapa ayat, kata al-khair bermakna ’’al- mal’’, uang, harta, kekayaan seperti pada al-Adiyat ini.
Mengapa harta, al-mal dibahasakan dengan ’’al-khair’’?
Ya, Karena uang itu baik. Uang itu banyak manfaatnya. Semua orang menganggap uang itu baik, penting dan sangat dibutuhkan.
Yang namanya dibutuhkan, pasti berharga dan yang berharga itu pasti baik.
Perkoro ada orang yang menggunakannya secara salah, maka itu bukan salah ’’uang’’nya, tapi salah orangnya.
Pada tesis ini, ayat kedelapan al-Adiyat ini, Tuhan menggunakan bahasa serius.
Ada huruf taukid ganda, yaitu ’’inn’’ (wa innahu) dan ’’lam’’ (la-syadid). Tesis ini setidaknya mengandung dua sindir:
Pertama, bahwa kecintaan manusia terhadap dunia, harta benda itu sangat serius, bahkan sampai ada yang kebangetan.
Kedua, Tuhan serus sekali mengingatkan manusia agar bijak dalam penyikapi harta, jangan sampai terjerumus dalam lembah keburukan.
Keseriusan manusia memburu dunia sudah maklum dan banyak kita saksikan pada kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: THE HORSE (18)
Ada yang aktif bangun sebelum Subuh demi memburu pasar, sehingga mengabaikan salat Subuh.
Dan ada yang bangun malam, bukan untuk salat tahajjud, melainkan untuk maling.
Atau nekad korupsi berjamaah, seperti di kementerian keuangan sekarang. Padahal mereka sarjana-sarjana.
Itu maklum, di pasar dan di kantor. Bahkan tidak sedikit mereka yang tega membobol kotak amal di masjid. Perhatikan para pencopet di sekitar Kakbah.
Banyak dompet geletakan di sekitar hajar aswad, milik jamaah yang berdesakan pingin mencium hajar aswad.
Pencopet itu tidak takut kualat Kakbah. Baginya, yang penting dapat uang.
Bahkan ada yang mentolo menjual milik Allah SWT yang dititipkan kepada dia, yakni organ tubuh.
Ketahuilah, bahwa organ tubuh kita itu bukan milik kita, melainkan milik Tuhan. Semua itu yang membuat adalah Tuhan.
Apakah kita pernah membuat ginjal, membuat mata, membuat jantung…?
Untuk itu, agama melarang manusia bunuh diri. Ya, karena diri manusia bukan milik manusia itu, melainkan milik Tuhan, Allah SWT.
Begitu halnya larangan menjual anggota tubuh, apapun alasannya.
Meskipun uang itu milik anda secara sah, tapi anda tidak boleh membakar, menyobek-nyobek lembar uang tersebut.
Baca Juga: THE HORSE (15)
Kita hanya punya hak memanfaatkan. Alasan ’’ini uang saya sendiri.. terserah saya, mau saya robek atau saya bakar..’’
Tidak diterima karena hakikat lembar itu milik negara. Anda akan diadili dan dipenjara. (bersambung, in sya’ Allah).
Editor : Achmad RW