JOMBANG - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (24/10), Pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafiz, menjelaskan pentingnya melaksanakan rukun Islam.
’’Rukun Islam itu merupakan pembuktian iman sekaligus latihan mati,’’ tuturnya.
Agar kita mati husnul khotimah. Serta disambut sebagaimana disebutkan dalam QS Alfajr 27-30.
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.
Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku.
Salat, adalah latihan mati harian, meninggalkan aktivitas demi menghadap Allah SWT.
Sedangkan zakat, menurut Ustad Yusuf adalah latihan mati berpisah dengan harta.
Puasa, juga merupakan latihan mati tahunan dengan meninggalkan makan minum dan hubungan suami istri.
Seentara haji, adalah latihan mati seumur hidup sekali meninggalkan daerah yang kita tinggali dan semua yang dimiliki.
Ustad Yusuf menjelaskan, iblis itu iman dengan Allah SWT. Bahkan bisa dialog dengan Allah SWT.
Baca Juga: Binrohtal 2.059, Jangan Meremehkan Orang Lain!
Namun iblis tidak mau taat ketika diperintah sujud kepada Adam alaihissalam.
Iblis sombong sehingga termasuk golongan kafir. Sebagaimana disebutkan dalam QS Albaqarah 34.
’’Iman saja tidak cukup. Syarat masuk surga adalah iman dan amal saleh,’’ tegasnya.
Di Alquran, iman dan amal saleh ini selalu digandeng. Amal saleh itu minimalnya, yang terdapat dalam rukun Islam.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang sengaja tidak salat maka dia kafir,’’ tegasnya.
Orang yang tidak zakat malah disebut musyrik. Sebagaimana terdapat dalam QS Fussilat 6-7.
Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menyekutukan-Nya. Yaitu orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya kehidupan akhirat.
Pendapat imam Nafi’, Al Hakim, Ibnu Habib dari Malikiyyah, Ishaq bin Rahuwaih, dan salah satu pendapat Imam Ahmad, orang yang meninggalkan satu saja dari rukun Islam, baik itu zakat, puasa atau haji, dengan sengaja atau karena malas, atau meremehkan atau karena mengingkari kewajibannya, maka ia kafir.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Barang siapa yang mampu berhaji namun tidak berangkat haji, maka sama saja ia mati apakah sebagai orang Yahudi atau sebagai orang Nasrani. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW