Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Toriqoh 268, Awas! Dengki Bisa Menutup Nikmat

Rojiful Mamduh • Selasa, 10 Oktober 2023 | 15:03 WIB

 

Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan

JOMBANG - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan bahaya hasud atau iri hati alias dengki.

’’Orang yang hasud akan terus merasakan kesusahan. Sedangkan orang yang dihasudi nikmatnya akan terus ditambah,’’ tuturnya.

Orang hasud tidak suka orang lain mendapat nikmat. Bahkan dia ingin nikmat orang lain hilang.

Orang yang hasud merasa tersiksa ketika orang lain mendapatkan nikmat. Orang yang hasud tidak terima dengan nikmat yang telah dibagikan oleh Allah SWT.

Sehingga yang dimusuhi oleh orang hasud aslinya adalah Allah SWT. Sehingga Allah SWT murka kepadanya.

’’Allah SWT malah semakin menambah penderitaan orang yang hasud,’’ kata Kiai Cholil.

Allah SWT menutup nikmat yang telah diberikan kepada orang yang hasud. Sehingga orang itu makin berkurang nikmatnya.

Sebaliknya, Allah SWT justru menambah nikmat kepada orang yang dihasudi. Sehingga makin lama makin kaya, mulia, jaya dan terhormat.

Kondisi yang terbalik ini membuat orang yang hasud semakin susah dan menderita. Sehingga pelan-pelan sakit hatinya menggerogoti fisiknya. Jika tidak tobat, dia akan mati suul khotimah.

Orang yang hasud bahkan lebih buruk dibanding Fir’aun. Suatu ketika, iblis menemui Fir‘aun untuk memberikan informasi penting perihal sebuah penyakit yang lebih berbahaya dari kejahatan Fir‘aun yang menindas masyarakat dan mengaku sebagai tuhan.

Iblis mengetuk pintu Fir‘aun. Ia dibukakan pintu oleh Fir’aun. ’’Saudara ini siapa?’’ tanya Fir‘aun.

Baca Juga: Toriqoh 265, Ciri-ciri Kondisi Ahli Hikmah

’’Kalau Tuan adalah tuhan, niscaya Tuan takkan bodoh,’’ jawab iblis.

Iblis kemudian dipersilakan masuk. Keduanya terlibat percakapan panjang. Pada gilirannya, iblis mengajukan sebuah pertanyaan pancingan.

’’Tuan Fir‘aun, Tuan ini seorang durjana luar biasa. Tetapi tahu kah Tuan, siapa yang lebih buruk dari Tuan?’’ tanya iblis.

’’Aku tidak tahu,’’ jawab Fir‘aun sambil menggelengkan kepala.

’’Ia adalah pendengki. Dengan kedengkian, seseorang dapat terperosok ke dalam bencana,’’ kata iblis sebelum pamit meninggalkan Fir‘aun.

Tentang bahaya hasud ini, Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Waspadalah kamu terhadap dengki karena kedengkian sangat cepat menghapus pahala kebaikan sebagaimana api memakan kayu kering.

Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.

Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka akan bisa selalu sabar, syukur dan rida dengan takdir Allah SWT. Sehingga tidak mudah iri dengki terhadap orang lain. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#KH Cholil Dahlan #IRI #dengki #Nikmat