JOMBANG - Saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (29/9), Pengasuh PP Madrasatul Quran Fiziya, Cukir, Diwek, KH Achmad Samsul Anam Alhafiz, menjelaskan pentingnya mencintai Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
’’Jika kita ingin dicintai oleh Allah SWT, maka kita harus mencintai Rasulullah,’’ tuturnya.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Ali Imron 31. Katakanlah: Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.
Rasulullah juga bersabda; Tidak sempurna iman seseorang dari kalian sampai diriku (Rasulullah Muhammad SAW) lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.
’’Bukti kita mencintai Rasulullah adalah menjadikan beliau sebagai suri teladan,’’ jelasnya.
Sebagaimana ditegaskan dalam QS Al Ahzab 21. Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.
Yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah SWT.
Nah, agar mudah cinta Nabi dan bisa menjadikannya sebagai suri teladan, ada tiga hal yang perlu kita lakukan.
Pertama, selalu mengharap rahmat Allah SWT. ’’Salah satu cara menjemput rahmat Allah SWT yakni dengan banyak membaca salawat,’’ terangnya.
Satu kali kita membaca salawat untuk Nabi, kita mendapatkan 10 salawat dari Allah SWT. Salawat itu berisi ampunan dan rahmat dari Allah SWT.
Kedua, selalu ingat kedatangan hari kiamat. Kiamat ada dua macam. Kiamat sugra atau kiamat kecil berupa kematian.
Baca Juga: Binrohtal 2.052, Beberapa Keutamaan Bulan Maulud
Serta kiamat kubro atau kiamat besar berupa kiamat yang sesungguhnya.
Orang yang selalu ingat kiamat, pasti merasa butuh dengan syafaat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
Sebab hanya Nabi yang bisa memberi syafaat pada hari kiamat.
Orang yang wafat mendapat syafaat Nabi, pasti akan khusnul khatimah. Saat menghadapi sakaratul maut dia ditunggui dan dijemput Nabi.
Sehingga sakitnya sakaratul maut tak terasa. Yang terasa adalah nikmatnya pertemuan dengan Nabi yang dia cintai.
Ketiga, agar mudah cinta Nabi dan meneladani Nabi, kita harus banyak menyebut asma Allah SWT. Salah satunya dengan salawat.
Karena saat membaca salawat, kita menyebut asma Allah sekaligus Rasulullah. Allahumma salli ala Muhammad.
Kiai Samsul menjelaskan, Rasulullah adalah keindahan yang tak tergambarkan. Seseorang minta Umar bin Khattab menyifati Rasulullah.
Namun Umar justru memintanya mendatangi Bilal. Bilal hanya menangis ketika diminta menyifati Rasulullah.
Lalu Bilal menyarankan menemui Sayidina Ali. Ali kemudian bertanya; Apakah kamu bisa menyifati dunia? Orang itu menjawab tidak bisa.
’’Seperti itulah Rasulullah,’’ kata Ali. Keindahan dunia sulit digambarkan. Apalagi keindahan Nabi. (jif/riz)
Editor : Achmad RW