JOMBANG - Saat khotbah di Masjid Satlantas Polres Jombang, Jumat (22/9), Pengasuh Pesantren Tahfidzul Quran Al-Hafidz, Trawasan, Sumobito, Gus M Hafidz Alhafiz, menjelaskan keutamaan bulan maulud atau Rabiul Awal.
Yakni bulan kelahiran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Nabi Muhammad SAW lahir pada Senin 12 Rabiul Awal tahun gajah (570 M).
’’Bulan maulud ini menjadi mulia karena ada kelahiran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Apapun yang menyertakan Nabi pasti akan ikut mulia,’’ tuturnya.
Kota Madinah dulunya biasa, setelah Nabi hijrah ke Madinah, akhirnya menjadi luar biasa.
Apalagi jasad Nabi dimakamkan di sana. Makanya Makkah dan Madinah menjadi kota yang istimewa.
Karena Nabi pernah hidup di sana, udara di Makkah dan Madinah lebih barokah dibanding tempat lainnya.
Karena Nabi pernah menghirup udara di sana. Makanya orang lebih giat ibadah di Makkah dan Madinah. Air zam-zam menjadi air paling mulia karena Nabi pernah meminumnya.
Gus Hafidz cerita, Nabi Daud alaihissalam pernah bertanya kepada Allah SWT tentang nikmat yang paling kecil.
Allah menjawab, nikmat yang paling kecil adalah nafas yang kamu hirup sehari-hari.
Kemudian Nabi Daud bertanya lagi tentang nikmat yang paling besar. Allah SWT menjawab, nikmat yang paling besar yaitu dilahirkannya Nabi Muhammad SAW.
Dari situ kita tahu, nikmat yang paling agung adalah dilahirkannya Nabi Muhammad SAW. Tanpa dilahirkannya beliau, maka dunia seisinya tak akan pernah ada.
’’Dalam hadis qudsi Allah SWT berfirman; Jika bukan karena engkau wahai Muhammad, tidak akan aku ciptakan alam semesta ini,’’ terangnya.
Makanya kita harus meneladani jejak kehidupan Nabi yang penuh cahaya ilmu dan hikmah. ’’Perbanyak baca salawat,’’ sarannya.
Gus Hafidz cerita, Imam Jalaludin Abdurrohman Assuyuti menjelaskan: Nabi Adam alaihissalam berwasiat kepada Nabi Syith.
Agar setiap berzikir atau berdoa menyertakan nama Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
Nabi Adam alaihissalam melihat nama Muhammad selalu berdampingan dengan asma Allah subhanahu wa ta'ala.
Meliputi arsy, seluruh tempat di langit, kamar-kamar surga. Seluruh dedaunan pohon sidrotul muntaha. Dan di dahi antara kedua mata malaikat.
Nabi Adam alaihissalam sebelum berdoa, bertawasul dengan nama Muhammad SAW. Allah SWT sempat bertanya dalam rangka ngetes Nabi Adam alaihissalam: siapa Muhammad?
Nabi Adam menjawab: Maha suci engkau. Ketika Engkau menciptakanku, aku hadapkan wajahku ke arsyMu.
Di situ tertulis; La ilaha illallah Muhammad rasulullah. Maka aku tahu, tidak ada seorangpun yang lebih tinggi derajatnya disisiMu kecuali dia yang namanya bersanding dengan namaMu.
Allah SWT menjawab: Wahai Adam, dia adalah nabi terakhir dari keturunanmu. Jika bukan karena Muhammad, aku tidak akan menciptakanmu.
Allahumma salli ala sayyidina Muhammad. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW