JOMBANG - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (27/9), Pengasuh PP Ar Roudhoh Bahrul Ulum Tambakberas, KH M Fathoni Zen, menjelaskan pentingnya memperingati kelahiran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
’’Inti peringatan maulid Nabi itu ada tiga,’’ tuturnya mengutip Imam Suyuti.
Pertama, ittiba nabi alias mencontoh nabi. Baik sebagai pribadi, kepala rumah tangga maupun kepala negara.
Baik dalam kehidupan rumah tangga, bersama tetangga, maupun kawan dan lawan. Baik dalam hal ibadah maupun muamalah.
Rasulullah merupakan teladan yang komplet. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Al Ahzab 21. Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.
Yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah SWT.
Sebagai suami, Rasulullah sangat romantis. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wassallam bersabda: Sebaik-baik kalian adalah suami yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluarga.
Aisyah istri nabi cerita; Aku minum air pada sebuah gelas dalam kondisi haid, kemudian aku menyerahkannya kepada Nabi.
Tiba-tiba Nabi menaruh bibirnya persis di bekas tempat aku minum. Saat aku makan sepotong daging, kemudian aku serahkan sisanya kepada Nabi, beliau juga menaruh bibirnya persis di bekas gigitanku.
Rasulullah membiasakan hal ini untuk mempererat hubungannya.
Rasulullah memanggil Aisyah dengan panggilan terbaik. Rasulullah juga sering mengajak bercanda.
Bahkan pernah mengajak Aisyah lomba lari. Saat Aisyah masih kurus, Aisyah menang. Saat Aisyah sudah agak gemuk, Nabi yang menang.
’’Inti peringatam maulid Nabi yang kedua yakni ngaji,’’ ucap Gus Fathoni.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Umatku rusak karena dua hal; Meninggalkan ngaji dan sibuk mengumpulkan harta.
Di akhirat nanti, banyak orang menyesal karena tidak ngaji. Sebagaimana disebutkan dalam QS Almulk 10.
Dan mereka berkata; Sekiranya dahulu di dunia kami mendengarkan atau berpikir, tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.
Ketiga, inti maulid yakni salawat nabi. ’’Baik salawat yang panjang, sedang maupun pendek,’’ terangnya. Salawat yang paling pendek biasa disebut salawat Jibril; Sallallah ala Muhammad.
Membaca salawat memiliki banyak keutamaan. Salawat pasti diterima oleh Allah SWT.
Malaikat Jibril AS berkata kepada Nabi; Barangsiapa membaca salawat kepadamu 10 kali tiap hari, maka aku akan menuntunnya melewati sirat secepat kilat.
Malaikat Mika'il AS berkata; Barangsiapa membaca salawat kepadamu 10 kali tiap hari, aku akan memberinya minuman, yang membuatnya tidak haus selamanya.
Malaikat Israfil AS berkata; Barangsiapa membaca salawat kepadamu 10 kali tiap hari, aku bersujud dan tidak akan bangkit hingga orang itu mendapat ampunan Allah SWT.
Malaikat Izra'il AS berkata; Barangsiapa membacakan salawat kepadamu 10 kali tiap hari maka aku akan mencabut rohnya nanti sebagaimana mencabut sehelai rambut dari adonan tepung.
Maksudnya, ketika rohnya dicabut nanti tidak akan terasa sakitnya. (jif/riz)
Editor : Achmad RW