Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.045, Ini Bahaya Sifat Hasad dan Cara Mengobatinya

Rojiful Mamduh • Sabtu, 16 September 2023 | 14:19 WIB

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

JOMBANG - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (14/9), Ketua PCNU Jombang sekaligus Pengasuh Pesantren Putri Tebuireng, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan bahaya hasad.

’’Hasad (Iri dengki) termasuk penyakit hati yang berbahaya. Tidak suka melihat orang lain dapat nikmat,’’ tuturnya.

Susah melihat orang lain senang. Senang melihat orang lain susah.

’’Orang hasad tidak senang dengan segala kelebihan dan keutamaan orang lain. Baik kelebihan harta benda, kekayaan, kedudukan, kehormatan dan lainnya,’’ jelasnya.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Jauhilah hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.

Hasad ini menyebabkan enam bahaya. Pertama, selalu keberatan dan tidak rida dengan ketetapan dan takdir Allah Azza wa Jalla.

Karena orang yang hasad membenci nikmat yang Allah berikan kepada orang yang dihasadinya.

Kedua, selalu merasa gelisah, terbakar dan jengkel karena nikmat Allah kepada hambaNya tidak terhitung.

Setiap kali ia melihat nikmat orang lain, timbul hasad pada dirinya dan membenci nikmat tersebut.

Tidak ada pilihan kecuali ia senantiasa berada dalam kegalauan.

Ketiga, orang yang hasad membenci orang yang dihasadi.

Ia pun berusaha menyembunyikan nikmat Allah kepada orang tersebut atau bahkan berusaha menghilangkan nikmat tersebut.

Maka terkumpul rasa hasad dan permusuhan.

Keempat,  orang hasad menyerupai kebiasaan Yahudi yang merasa hasad dengan pemberian kutamaan Allah SWT kepada orang lain.

Kelima, orang hasad meremehkan nikmat Allah SWT kepada dirinya sendiri.

Dia merasa nikmat Allah kepada orang lain lebih sempurna dan lebih utama sehingga ia menganggap kecil nikmat Allah pada dirinya.

Sehingga dia tidak bersyukur kepada Allah Ta’ala atas nikmat tersebut.

Keenam, orang hasad menunjukkan betapa sensitif dirinya serta tidak suka kebaikan pada orang lain.

Bahkan dia seorang rendahan karena tidak memandang sesuatu kecuali kepada dunia.

Andai ia memandang akhirat, iapun akan berpaling darinya.

’’Obat hasad ada dua,’’ terangnya. Pertama, berpaling dari perkara yang memicu hasad secara total.

Melupakannya serta menyibukkan diri dengan urusan yang penting bagi dirinya.

Kedua, memperhatikan dan mengingat-ingat bahaya hasad. Karena dengan berpikir dan merenung bahaya suatu perbuatan, maka ia cepat menjauhinya.

Orang yang hasad rela melakukan segalanya. Alkisah, ada orang yang hasad dengan tetangganya.

Ia telah melakukan berbagai cara untuk mencelakakan si tetangga. Hingga suatu hari, ia naik ke atas rumah tetangganya.

Ia mengajak pembantunya. Lalu menyuruh si pembantu membunuhnya.

Dia berpesan kepada si pembantu, agar kabur setelah membunuhnya.

Si pembantu diminta menyebarkan kabar bahwa yang membunuh adalah si tetangga. Ini dilakukan agar si tetangga masuk penjara.

Singkat cerita, si pembantu lantas membunuhnya. Mulanya, si pembantu kabur. Namun dia akhirnya tertangkap dan menceritakan kejadian sebenarnya.

Sehingga orang yang hasad mati sia-sia. Karena tidak berhasil membuat tetangganya masuk penjara. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#polres jombang #Binrohtal #hasad #masjid