Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

THE HORSE (18)

Achmad RW • Jumat, 15 September 2023 | 14:22 WIB
Rubrik Tafsir Kontemporer yang diasuh KH Mustain Syafii.
Rubrik Tafsir Kontemporer yang diasuh KH Mustain Syafii.

Inn al-insan li Rabbih lakanud, manusia itu pengingkar. Imbangan dari istilah ’’kanud’’ seperti dipapar pada edisi kemarin, di al-Hadis ada istilah ’’al-munfiq’’ dan ’’al-mumsik’’.

Munfiq, bentuk subyek dari kata ’’anfaqa-infaq’’, berinfaq, bersedekah atau pelaku infaq, dermawan.

Sedangkan ’’mumsik’’, bentuk subyek dari kata ’’amsaka- imsak’’, menahan. Menahan hartanya, menahan uang di genggaman tangannya rapat-rapat. Alias pelit dan bakhil.

Ilustrasinya menggambarkan aktivitas malaikat langit yang turun ke bumi dan memperhatikan sikap manusia setiap pagi.

Diriwayatkan, ketika mereka melihat seorang ’’munfiq’’ berinfaq, bersedekah, berbagi, menyantuni.

Maka mereka berdoa kepada Tuhan:  Allahumm a’thi munfiqa khalafa. Ya Tuhan mohon segara Engkau ganti apa yang dia sedekahkan.

Tetapi saat para malaikat melihat orang ’’mumsik’’ yang tidak bersedekah, tidak mau berbagi, duitnya digegem dewe.

Maka mereka langsung berdoa kejam: Allahum a’thi mumsika talafa. Ya Tuhan, segera binasakan hartanya.

Di sini perlu diurai apa maksud ’’khalaf’’ dan ’’talaf’’. Khalaf artinya pengganti, ganti baik.

Ganti ini bisa seimbang dengan yang diganti dan bisa lebih.

Karena Tuhan Maha Kasih. Mungkin juga lebih rendah sedikit, karena faktor lain, seperti kurang ikhlas, ada tendensi, ada show of force-nya dan lain-lain.

Khalaf bisa berupa materi mengimbangi materi yang didermakan, tapi bisa pula berupa immateri, seperti kesehatan, keselamatan, keamanan dan lain-lain.

Mestinya hari ini si munfiq jatuh sakit, tapi ditunda sampai waktu yang tidak diketahui kecuali Tuhan Sendiri atau ditiadakan.

Atau hari itu semestinya ditakdir oleh Tuhan kecelakaan atau kehilangan miliknya yang berharga. Tapi ditiadakan.

Tidak ada kecelakaan dan tidak ada kehilangan harta apapun.

Bisa jadi, pagi itu berinfaq cuma seratus ribu rupiah, tapi karena ikhlasnya, maka malam itu penulis mengendarai mobil menuju lapangan badminton.

Dirasa aman, penulis masuk mendahului. Papasan dengan mobil dari depan yang tak pakai lampu.

Hampir saja terjadi adu banteng. Tiba-tiba tangan ini bergerak refleks, riting kanan dan banting setir masuk ke halaman rumahe wong kampung. Untung kosong dan selamat. Alhamdulillah.

Tenger-tenger memikir amal saya apa kok diselamatkan oleh Tuhan seperti ini, ajaib banget.

Ternyata pagi hari itu penulis ke Jombang naik angkutan pedesaan dan bareng nenek miskin yang memelas.

Lalu saya beri uang lima ribu rupih. Kira-kira ini sebabnya.

(bersambung, in sya’ Allah).

 

 

Editor : Achmad RW
#Tafsir #The Horse #Jombang #bersedekah #kh mustain syafiie #infaq