JOMBANG - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (13/9), Pengasuh PP Putri Al Fathimiyah Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdulloh Rif’an Nashir, menjelaskan pentingnya ujian dan cobaan.
’’Jangan berdoa minta dihindarkan dari ujian dan cobaan, tapi berdoalah agar diberi kekuatan menghadapi cobaan dan ujian,’’ tuturnya.
Gus Rif’an menjelaskan, dalam Alquran ada beberapa kata yang bermakna ujian dan cobaan. Diantaranya, bala, fitnah, imtihan dan musibah.
’’Bala, fitnah dan imtihan, itu ujian yang diberikan bukan karena perilaku manusia,’’ terangnya.
Sehingga semua orang pasti mendapatkannya. Kaya dan miskin itu ujian. Demikian pula dengan sehat dan sakit, keduanya sama-sama ujian.
Termasuk punya pasangan atau tidak. Punya anak atau tidak. Itu semua ujian. ’’Jadi polisi, jadi pejabat, jadi apapun, semua itu ujian,’’ bebernya.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Albaqarah 155: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
’’Ujian dan cobaan ini diberikan Allah SWT untuk mengetahui kualitas iman kita,’’ terangnya.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Al Ankabut 2-3. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: ’’Kami telah beriman,’’ sedang mereka tidak diuji lagi?
Dan sesungguhnya, kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
’’Seperti tembaga yang harus dibakar sebelum menjadi perhiasan,’’ terangnya.
Pembakaran itu seperti ujian. Setelah dibakar, tembaga menjadi perhiasan yang bernilai tinggi.
Seperti itulah orang yang lulus ujian. Derajatnya akan tinggi dihadapan Allah SWT.
Kedua, cobaan yang disebabkan perilaku manusia. ’’Ujian atau cobaan yang disebabkan perilaku manusia dalam Alquran disebut musibah,’’ terangnya.
Seperti disebutkan dalam QS Asy-Syura 30. Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahanmu.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Iman itu dua bagian.
Separonya sabar, separo lagi syukur. Orang yang bisa bersyukur dan bersabar menghadapi ujian dan cobaan apapun, maka dia benar-benar iman. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW