JOMBANG - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan pentingnya diam.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Keselamatan itu ada 10 bagian. Yang sembilan dari diam. Yang ke 10 dari uzlah atau menyepi dari manusia,’’ tuturnya mengutip maqalah ke 21 bab empat Nasoihul Ibad.
Kiai Cholil menjelaskan, ahli hikmah mengambil empat kalimat dari empat kitab.
Dari kitab Taurat: Barang siapa rida kepada apa yang Allah SWT berikan padanya, maka hidupnya akan senang, tenang, santai di dunia dan akhirat.
Saat kita rida kepada Allah SWT, maka pada saat itulah Allah SWT rida kepada kita.
Sebagaimana yang disebutkan dalam QS Albayinah 8. Allah rida terhadap mereka dan merekapun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah balasan bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
Dari kitab Injil: Barang siapa merobohkan kehendak nafsu, maka ia akan menjadi orang kuat di dunia dan di akhirat.
’’Orang yang merobohkan nafsu, ibadahnya akan benar-benar murni karena Allah SWT,’’ tegasnya.
Seperti munajatnya wali perempuan, Rabiah Al Adawiah. Ya Allah, jika aku ibadah karena ingin surga, maka jangan masukkan aku ke dalam surga.
Jika aku ibadah karena takut neraka, maka masukkan aku ke neraka.
Dari kitab Zabur: Barang siapa mencil dari manusia dan hartanya maka ia akan bahagia di dunia dan di akhirat.
Maksudnya, dirinya dan hartanya tidak tergantung kepada orang lain.
Seperti Nabi Ibrahim alaihissalam yang tak pernah bergantung kepada siapapun selain Allah SWT.
Ketika hendak di lempar ke api Raja Namrud, Ibrahim didatangi malaikat penjaga angin. Apakah Ibrahim ingin apinya diterbangkan yang jauh? Nabi Ibrahim menjawab tidak butuh.
Malaikat penjaga hujan datang, apakah Ibrahim ingin apinya dihujani sehingga padam? Nabi Ibrahim menjawab tidak butuh.
Nabi Ibrahim menyatakan hanya butuh kepada Allah SWT. Sehingga Allah SWT akhirnya memerintahkan api agar dingin dan menyelamatkan Nabi Ibrahim.
Dari Alquran: Barang siapa menjaga lisan dari yang tidak berfaidah maka ia akan selamat dari kecelakaan di dunia dan akhirat.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Perkara yang paling dicintai Allah SWT yakni menjaga lisan.
Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati. Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka kita bisa menjaga lisan.
Bisa merobohkan nafsu. Hanya butuh kepada Allah SWT. Serta selalu rida dengan apapun takdir yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW