Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 2.040, Keistimewaan mengajar Alquran

Rojiful Mamduh • Kamis, 7 September 2023 | 14:12 WIB

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

JOMBANG - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (6/9), Pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat, menjelaskan keistimewaan orang yang mengajar Alquran.

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sebaik-baik kamu adalah yang belajar dan mengajar Alquran,’’ tuturnya.

Ustad Yusuf lalu cerita Imam Abu Manshur Al-Khoyyath, wafat  499 H. Beberapa hari setelah wafatnya, ulama ahli qiroat ini dimimpikan oleh seseorang.

Beliau ditanya; Apa yang telah Allah SWT perbuat denganmu?  Imam Abu manshur Al-Khoyyath menjawab; Allah telah mengampuniku, karena aku pernah mengajarkan anak-anak membaca Al-Fatihah.

Imam Abu Manshur Al-Khoyyath adalah seorang ulama ahli qiroat dari Baghdad. Hari-harinya diisi dengan mengajar dan membacakan Alquran.

Beliau punya banyak murid yang menjadi ulama. Hebatnya, beliau punya 70 murid dari orang-orang buta yang menjadi ahli Quran.

Beliau tidak hanya mengajarkan mereka, tapi juga mengayomi dan memberikan mereka makan.

’’Makanya jangan meremehkan amal kecil. Allah SWT bisa mengampuni karena amal kecil. Allah SWT juga bisa menyiksa karena amal kecil,’’ terangnya.

Kisah diatas menegaskan pentingnya para guru TK, RA dan TPQ yang mengajar anak-anak kecil.

Mereka bisa jadi digaji sangat kecil. Bahkan mungkin tidak digaji. Namun manfaatnya sangat besar.

Mengajar anak-anak kecil memang sangat sulit. Namun perjuangan mengajar anak-anak kecil bisa membuat kita diampuni oleh Allah SWT sebagaimana kisah Imam Abu Manshur Al-Khoyyath diatas.

Almarhum KH Adlan Aly Cukir yang hafal Alquran dan mursyid toriqoh sampai akhir hayatnya juga senang mengajar anak-anak kecil.

Beliau istiqamah mengajar kitab Taqrib bagi santri pemula. Ditengah kesibukan beliau menerima setoran hafalan santri dewasa dan membaiat toriqoh.

’’Jangan meremehkan dosa kecil karena bisa menyebabkan murka Allah SWT,’’ terangnya.

Alkisah, ada ahli ibadah mati. Sahabatnya mimpi dan menanyakan keadaannya. Ternyata dia disiksa dalam kuburnya.

Penyebabnya, karena dia mengambil kayu sangat kecil untuk tusuk gigi. ’’Hanya gara-gara kayu sebesar tusuk gigi  saja bisa disiksa. Maka dosa sekecil apapun, jangan  diremehkan,’’ tegasnya.

Sahabatnya lalu memintakan maaf kepada tetangga yang punya kayu. Setelah itu, dia tidak lagi disiksa dalam kuburnya.

Dosa yang berhubungan dengan sesama manusia sekecil apapun harus kita mintakan halalnya. Jika tidak dimaafkan, maka kita harus menggantinya. (jif/riz)

 

Editor : Achmad RW
#mengajar alquran #keistimewaan #polres jombang #Binrohtal #masjid