JOMBANG - Saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (4/8), Ustad Addin Mustaqim Alhafiz, menjelaskan perkara yang menghalangi kesalehan.
’’Sayidina Ali karamallahu wajhah berkata: Ada lima keburukan yang menghalangi seseorang jadi saleh,’’ tuturnya.
Pertama, merasa senang dengan kebodohan. Merasa nyaman dengan ketidaktahuan dalam masalah agama. Tidak ada keinginan belajar dengan sungguh-sungguh tentang agama. Tidak pernah ingin tahu cara salat dan wudu yang benar.
Mereka sudah puas dengan pengetahuan yang didapatnya dari teman ataupun dari meniru tetangga.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Allah membenci orang yang pandai dalam urusan dunia tetapi bodoh dalam urusan akhirat.
Di akhirat nanti mereka akan menyesal. Sebagaimana disebutkan dalam QS Almulk 10. Dan mereka berkata: Sekiranya kami mendengarkan ilmu agama niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.
Qorun ditelan bumi beserta seluruh hartanya karena tamak dan pelit tak mau bayar zakat. Korupsi, kolusi dan kebiasaan berbohong terjadi demi mengejar dunia.
Rasulullah bersabda: Zuhud (tidak suka) dunia sangat menyenangkan hati dan badan. Sedangkan cinta dunia sangat melelahkan hati dan badan.
Keempat, riya dalam beramal. Melakukan amal ibadah dengan maksud mendapatkan pujian dari manusia. Mengharapkan nilai dunia dengan pekerjaan akhirat.
Rasulullah menegaskan, riya termasuk dalam kategori syirik kecil. Sesungguhnya sesuatu yang sangat saya khawatirkan atas dirimu adalah syirik kecil, yaitu riya.
Riya sangat halus dan tidak kentara. Adanya hanya dalam hati. Tidak ketahuan di dalam tindakan diri. Para sufi mengibaratkan, halusnya riya seperti semut hitam yang merayap di atas batu keras warna hitam di tengah pekat malam. Begitu halusnya riya hingga seringkali mereka yang terjangkit penyakit ini seringkali tidak sadar.
Fudhail bin Iyadh, seorang sufi pernah mencoba menjabarkan tentang riya dengan bahasa keseharian: Jika datang seorang pejabat kepadaku, kemudian aku merapikan jenggotku dengan kedua belah tanganku, maka aku benar-benar merasa khawatir kalau dicatat dalam kategori orang-orang munafik.
Orang riya hanya beramal ketika dihadapan manusia. Ketika sendirian, dia enggan beramal. Rasulullah bersabda: Sesungguhnya Allah SWT mengharamkan surga bagi orang yang riya.
Kelima, ujub atau membanggakan diri. Merasa diri paling sempurna dibandingkan orang lain. Ini bisa melahirkan kesombongan. Padahal kesombongan itu merupakan sifat Allah yang tidak boleh ada dalam diri manusia.
Iblis dikeluarkan dari surga karena merasa lebih baik dari Adam. Iblis dicipta dari api, Adam dari tanah. Sebagaimana diabadikan dalam QS Al A’raf 12. (jif/riz)
Editor : Achmad RW