JOMBANG - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (10/8), Ketua PCNU Jombang sekaligus Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan pentingnya mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.
’’Karena di padang mahsyar nanti, manusia meminta tambahan pahala ke orang yang dikenalnya,’’ tuturnya.
Padang mahsyar merupakan dataran yang sangat luas, tempat berkumpul para makhluk Allah SWT. Mulai yang diciptakan pertama kali hingga yang terakhir hidup di dunia.
Mahsyar berada di alam akhirat, dan dikatakan berpasir, tidak terlihat tinggi maupun rendah.
Di padang mahsyar nanti, manusia akan berlarian kesana kemari, mencari dan meminta tambahan pahala pada orang-orang yang di kenal. Guna menambah berat timbangan kebaikan masing-masing.
Ada seorang saudara di antara mereka yang sedang bersedih dan terduduk dalam keadaan berduka. Karena dari timbangan terlihat bahwa hampir semua kebaikan yang pernah dilakukan tertolak, dan menyisakan satu saja pahala yang dia miliki.
Dia nyaris putus asa, pasti ke neraka tempatnya. Dengan hanya memiliki satu pahala saja, pasti timbangan keburukan atau dosanya akan jauh lebih berat.
Pada saat yang sama, seorang saudara lainnya sedang sibuk meminta tambahan pahala. Dia butuh satu pahala lagi agar bisa selamat masuk surga.
Tetapi semua orang yang didatangi menolak membantunya, masing-masing berkata: Nafsi... Nafsi... Awakku sendiri, awakku sendiri.
Hingga ia bertemu dengan saudaranya yang sedang sedih dan terduduk itu. Dia meminta dan diberikan.
Maka dengan gembira bercampur heran, dia bertanya kepada yang duduk tersebut: Mengapa engkau dengan mudah memberi di saat yang lain enggan berbuat demikian?
Dia menjawab: Aku hanya memiliki satu pahala saja, mana mungkin bisa masuk surga. Daripada kita berdua masuk neraka, lebih baik salah satu masuk surga, dan kau lebih pantas untuk itu.
Tiba-tiba terdengar suara yang berbicara pada orang yang meminta pahala tadi. ’’Tariklah tangan saudaramu itu, kalian berdua pantas masuk surga.’’
Makanya, jangan pernah berhenti berbuat kebaikan, yang besar atau kecil. ’’Kita tidak akan pernah menduga, amalan mana yang mampu menyelamatkanmu di hari akhir. Sesungguhnya Allah Maha Pemurah dan Maha Penyayang,’’ tegasnya. (jif/riz)
Editor : Achmad RW