JOMBANG – Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) House Of Prayer Sawahan memiliki sejarah panjang.
Sebelum memiliki tempat peribadatan yang megah di Dusun Sawahan, Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang ini, jemaat gereja ini Jombang sempat berpindah-pindah tempat.
Saat awal berdiri, lokasi gereja saat itu berada di belakang sebuah mes milik tentara. Bangunan gereja saat itu masih ngontrak di rumah milik warga.
”Yang mendirikan itu Pendeta Lukas Suprapto, ayah saya, dulunya di Jl A Yani awalnya,” terang Pendeta Petrus Harianto, pemimpin gereja.
Saat itu, nama gereja hanya GPdI Jombang. Namun, saat itu lebih dikenal sebagai GPdI A Yani karena lokasinya berada di Jl A Yani.
”Saat itu jemaat masih sangat terbatas. Paling banyak, ayah saya waktu itu melayani hingga 150 jemaat saja. Namun, ibadah tetap terus berlangsung,” imbuhnya.
Hingga 14 tahun kemudian atau di tahun 1987, lokasi gereja itu harus berpindah. ”Lokasi kedua pindah ke depan Polres Jombang, mengontrak juga di rumah warga,” katanya.
Peribadatan di tempat ini berlangsung sekitar dua tahun saja. Pada 1898, gereja mendapatkan tempat permanen. Lokasinya berada di rumah tua di Dusun Sawahan, Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang yang ditempati hingga saat ini. ”Namanya juga GPdI Sawahan karena di Jl Sawahan kala itu,” imbuhnya.
Hingga pada 2010, kondisi bangunan gereja yang awalnya berbentuk rumah tua mulai lapuk.
Ia menyebut, sejumlah kayu penyangga gereja sudah mulai lapuk dan membahayakan. ”Akhirnya pak Kwat, salah satu jemaat gereja berinisiatif membangun dan merehab. Dipugarlah bangunan itu,” tambah Petrus.
Sejak itulah, nama gereja ini diubah dengan tambahan House of Prayer atau rumah para pendoa. Nama itu dipertahankan hingga kini. Sementara pelayanan gereja juga mulai dilakukannya sendiri sejak 2013.
”Jadi tahun 2005 itu bapak meninggal dunia, digantikan ibu dan saya mendampingi. Setelah 2013, saya yang melakukan pelayanan di gereja sampai hari ini,” lontarnya.
Bangunan gereja kini tampak lebih besar dan megah. Konsep klasik masih dipertahankan. ”Renovasi memang hanya di bagian depan dan atas saja, struktur utamanya tetap,” tegasnya.
Kini, perkembangan jemaat di gereja ini juga tumbuh seiring waktu. Petrus menyebut, jumlah jemaat telah bertambah 3 hingga 4 kali lipat dari masa awal gereja ini berdiri. ”Kalau sekarang jumlah jemaatnya sekitar 400-450 jemaat,” pungkasnya. (riz/naz/riz)
Editor : Achmad RW