Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 150, Yang Berdamai Yang Berbahagia

Rojiful Mamduh • Minggu, 23 Juli 2023 | 15:17 WIB

 

 

Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan
Pdt Petrus Harianto, Sth, Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan

JOMBANG - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya berdamai agar berbahagia.

’’Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang,’’ tuturnya mengutip Roma 12:18.

Kata berdamailah bisa mengandung arti ajakan untuk damai tetapi bisa juga berupa perintah.

Kenapa menjadi sebuah perintah, karena Tuhan menghendaki kita hidup berbahagia. Damai itu indah dan selalu mendatangkan kebahagiaan.

Mana yang lebih baik, hidup damai atau bermusuhan? Pasti semuanya akan berkata, lebih baik damai karena orang yang mau berdamai membuat hidupnya tenang, dan hidup yang tenang membuat setiap orang bisa lebih fokus dengan kehidupannya atau tujuan hidupnya.

Karena hidup ini bukan hanya bicara apa yang ada pada kita, tetapi apakah kita bisa menikmatinya.

Hidup yang tenang memberikan nilai dan pengaruh yang jauh lebih besar dalam diri seseorang. Sebaliknya, hidup yang gelisah, khawatir, ketakutan, membuat apapun yang ada pada seseorang tidak mendatangkan kebahagiaan.

Rasul Paulus pernah memperingatkan  Timotius anak rohaninya, bahwa salah satu keadaan manusia di akhir zaman adalah "tidak mau berdamai" (2 Timotius 3:3). Penyebabnya adalah banyak orang yang makin mencintai diri sendiri (egois).

Bagaimana dengan kita hari-hari ini? Apakah kita lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah? Bagaimana dengan perintah untuk hidup berdamai dengan semua orang?

Perhatikanlah yang dikatakan dalam Kolose 3:15: "Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah."

Mampukah kita memperlihatkan Raja Damai yang memerintah di dalam hidup kita? Kita renungkan kata: "Dan besyukurlah!".

Seperti apakah ungkapan rasa syukur kita untuk segala berkat dan pemeliharaan Allah. Serta segala sesuatu yang baik yang diberikan-Nya dan yang kita nikmati hari ini?

Apakah karena seseorang tidak memperlakukan kita sesuai yang kita harapkan atau sesuatu berjalan tidak sesuai yang kita ingini, maka kita kehilangan damai sejahtera?

Bukankah segala sesuatu terjadi atas kedaulatan Tuhan? Tidak ada alasan bagi kita untuk menghambat damai sejahtera itu, bila kita izinkan damai sejahtera Kristus berkuasa atas hati dan pikiran kita.

Karena: "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah." (Matius 5:9).

’’Ciptakanlah damai dimanapun kita berada, sebab sadar atau tidak sadar, itu akan menentukan bagaimana kita bisa menikmati kebahagiaan hidup ini. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/riz)

 

Editor : Achmad RW
#GPdI House of Prayer Sawahan #Renungan #berdamai #Petrus Harianto STh