Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Toriqoh 256, Tak Ada Alasan Tidak Ibadah

Achmad RW • Selasa, 18 Juli 2023 | 15:00 WIB

 

Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan

JOMBANG - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan pentingnya ibadah. Tak ada alasan tidak ibadah.

’’Kelak di akhirat semua alasan orang tidak ibadah tertolak,’’ tuturnya kala ngaji kitab Nasoihul Ibad bab empat masolah 26.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Kelak di akhirat Allah SWT akan mendatangkan empat nabi untuk menutup alasan orang-orang yang tidak ibadah.

Pertama, Nabi Sulaiman alaihissalam dihadirkan untuk menolak alasan orang-orang kaya yang tidak ibadah. ’’Orang-orang kaya tidak ibadah alasannya karena sibuk mengurus harta. Allah SWT menolak alasan itu. Sebab Nabi Sulaiman yang jauh lebih kaya tetap ibadah,’’ terangnya.

Kekayaan Nabi Sulaiman meliputi seluruh jagat timur dan barat. Meliputi bangsa jin, manusia, hewan bahkan burung-burung. Tidak ada raja yang lebih berkuasa dari padanya. Tak ada orang yang lebih kaya dari padanya.

’’Qorun pun kalah kaya,’’ tegasnya. Padahal kunci gudang kekayaan Qorun harus dibawa 100 unta. ’’Qorun kufur sehingga akhirnya diazab ditelan bumi bersama seluruh hartanya,’’ tegasnya.

Kedua, Nabi Yusuf alaihissalam dihadirkan di akhirat untuk menolak alasan para pelayan dan pekerja yang tidak ibadah. Selama ikut menteri Aziz, Yusuf harus kerja siang malam melayani tuannya.

Meski demikian, Nabi Yusuf tetap ibadah. ’’Nabi Yusuf bekerja 24 jam namun tetap bisa ibadah kepada Allah SWT,’’ kata Kiai Cholil.

Kelak para pekerja dan pelayan yang alasan tidak ibadah karena bekerja akan tertolak. Sebab kenyataannya, Nabi Yusuf yang bekerja 24 jam tetap bisa ibadah.

Ketiga, Nabi Isa alaihissalam dihadirkan untuk menolak alasan orang fakir miskin yang enggan ibadah. Nabi Isa sangat miskin. Tak punya rumah, tak punya makanan, tak punya istri dan anak. Nabi Isa biasa makan dedaunan yang ditemui. Namun Nabi Isa tetap ibadah.

Keempat, Nabi Ayub alaihissalam dihadirkan untuk menolak orang sakit tang enggan ibadah. Nabi Ayub sakit selama 17 tahun. Dia tak bisa beranjak dari tempat tidur. Bahkan sampai dikucilkan oleh masyarakat. Serta ditinggalkan oleh istri-istrinya kecuali satu, Siti Rohmah. Meski sakit seperti itu, Nabi Ayub tetap ibadah.

Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati. Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka dalam kondisi apapun akan tetap ibadah. Baik kaya, bekerja, miskin maupun sakit. (jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#KH Cholil Dahlan #ibadah #Toriqoh