JOMBANG - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan pentingnya menjauhi sumber kerusakan.
’’Ada empat hal yang menjadi sumber kerusakan,’’ tuturnya. Pertama, hawa nafsu yang dituruti. Ini karena nafsu cenderung mengajak pada kejelekan.
Sebagaimana ditegaskan dalam QS Yusuf 53. Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejelekan. Seperti makan enak tanpa usaha. Kaya tanpa kerja keras. Zina berganti-ganti pasangan.
Dipuja orang dimana-mana. Hidup foya-foya semaunya. Semua keinginan nafsu itu jika dituruti akan menyebabkan diri kita rusak.
Agama mengatur hawa nafsu agar kita tidak rusak. Makan enak dibatasi harus halal. Keinginan kaya diatur dengan kewajiban bekerja. Dorongan zina diatur dengan syariat pernikahan.
Ingin dipuja dan hidup foya-foya diatur dengan keharusan ikhlas, sabar dan syukur. Ini semata demi keselamatan manusia baik di dunia maupun akhirat.
Kedua, pelit yang dituruti. Orang pelit akan rusak dan rugi dunia akhirat. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang pelit jauh dari manusia, jauh dari Allah SWT, jauh dari surga dan dekat dengan neraka.
Sebaliknya, orang luman dekat dengan manusia, dekat dengan Allah SWT, dekat dengan surga dan jauh dari neraka.
Ketiga cinta dunia. Orang yang cinta dunia akan menghalalkan segala cara demi meraihnya. Seperti mencuri, korupsi dan lainnya. Mereka juga enggan zakat, sedekah serta membantu sesama.
Rasulullah bersabda; Barang siapa menjadikan akhirat sebagai tujuannya, Allah SWT memberikan kekayaan dalam hatinya, mengumpulkan semua usahanya, dan dia akan dihampiri dunia walaupun dia enggan.
Dan barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuannya, Allah SWT menjadikan kefakiran di depan matanya dan menceraiberaikan usahanya dan tidak dibagikan dunia kepadanya, kecuali yang sudah ditakdirkannya.Orang yang cinta dunia disiksa berat dalam tiga tahapan.
Di dunia tersiksa dengan berbagai kepayahan dalam mencarinya. Di alam kubur merasa sengsara karena harta dunia yang telah dicarinya tidak dibawa ke alam barzah. Di akhirat, dia akan menjumpai kesusahan berat saat hisab. Sebagaimana ditegaskan dalam QS At Taubah 55.
Keempat takut mati. Yakni orang yang mencoba lari dari kematian dan tidak mempersiapkan diri menghadapi kematian. Walaupun tua tetap tidak mau tobat. Padahal dia tak akan pernah bisa lari dari kematian.
Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati. Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka dia akan bisa melawan hawa nafsu.
Bisa luman, tidak cinta dunia dan selalu mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan banyak amal saleh. Sehingga saat wafat, dia seperti bangun tidur dan tahu-tahu berada di surga. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW