Seperti yang terlihat Minggu (16/4) dini hari kemarin, para jamaah mulai berdatangan ke masjid ini mulai pukul 02.30. Selain melakukan itikaf, para jamaah juga melakukan salat malam.
Sekitar pukul 03.00, para jamaah bersiap menyantap menu sahur bersama di emperan masjid. ”Jadi kalau di mana-mana biasanya buka bersama, di masjid ini kita salat malam dan sahur bersama,” terang Teguh Santoso, salah satu anggota Takmir Masjid Baitul Ghufron.
Teguh menjelaskan, tradisi salat malam dan sahur bareng tak hanya dilakukan di 10 hari terakhir Ramadan. ”Di tahun ini, salat malam itu sejak awal Ramadan, tapi untuk sahur barengnya mulai malam ke-8, sampai nanti malam 29,” tambahnya.
Kebiasaan ini, lanjut Teguh, sudah dilakukan warga Dusun Sukomulyo sejak 2010. Bermula dari inisiatif pengurus TPQ untuk mengadakan kegiatan pelatihan salat malam untuk anak-anak. ”Awalnya dulu tiga hari saja di akhir, untuk anak-anak saja itu. Nah biar menarik, tidak hanya diajari salat malam, tapi juga ada sahur bersama,” lontarnya.
Kegiatan itu, ternyata disambut baik masyarakat. Tahun-tahun selanjutnya, kegiatan itu ternyata malah diikuti banyak jamaah dewasa. Ditambah banyaknya donatur yang mau membantu untuk menyediakan makan sahur. ”Jadilah kemudian makin panjang waktunya, dari cuma tiga hari di akhir Ramadan, jadi setiap malam ganjil di akhir Ramadan, terus sekarang malah sudah setiap hari sejak awal Ramadan,” lontarnya.
Setiap harinya takmir masjid menyediakan hingga 100 piring makanan untuk peserta. ”Untuk pesertanya rata-rata warga sini, tapi ada beberapa yang dari luar juga,” pungkasnya. (riz/naz/riz) Editor : Achmad RW