Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 136, Rukun Agawe Santoso

Achmad RW • Minggu, 16 April 2023 | 13:50 WIB
Photo
Photo
JOMBANG - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya hidup rukun.

Salah satu janji Tuhan bagi umat-Nya tertulis dalam Matius 18:19, Dan lagi Aku berkata padamu: "Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga."

Semua orang pasti menginginkan sebuah keluarga yang rukun dan dipenuhi damai sejahtera, apalagi Tuhan. Keluarga yang rukun tercipta apabila hubungan suami-istri harmonis, hubungan antara orang tua dan anak-anak begitu dekat dan kompak. Bila keluarga rukun, rumah akan menjadi tempat paling nyaman di dunia.

Daud dalam mazmurnya mengungkapkan suatu kebenaran bahwa rumah tangga atau keluarga yang hidup dalam kerukunan akan menjadi tujuan Tuhan memerintahkan berkat-berkat-Nya:  "Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya."  (Mazmur 133:1, 3).

Keluarga yang rukun tidak tercipta dengan sendirinya, tapi perlu usaha untuk merawat, mepupuk dan membangunnya dari hari ke hari. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membangun kerukunan dalam sebuah keluarga.

Pertama: kita harus sediakan waktu bersama. Selain bercengkerama bersama, makan bersama, rekreasi bersama, bersekutu berdoa membangun mezbah keluarga adalah momen yang sangat baik.  Saat kita membangun mezbah doa dalam keluarga, Tuhan pasti hadir melawat kita:  "Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."  (Matius 18:20). Ini adalah janji-Nya.  Ketika keluarga hidup rukun dan kompak, ikatan emosi antar anggota keluarga akan semakin kuat.

Kedua: Bersama-sama menerapkan kasih.  Keluarga adalah gereja terkecil, tempat awal kita menerapkan kasih. Kasih dapat dinyatakan dengan saling peduli, memperhatikan, menghargai, menghormati dan menolong. Firman Allah katakan: Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan (Kolose 3:14)

Jika kita mau dikasihi kita pun harus belajar mengasihi;  Kalau kita tidak mau disepelekan, kita pun tidak boleh menyepelekan orang lain. Jagalah hidup dalam kerukunan, mulailah dari keluarga kecil kita, gereja, lingkungan kita tinggal, bahkan bagi bangsa kita. ’’...Rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan."  (Matius 12:25).

’’Bukan hanya kekuatan, tapi berkat akan diperintahkan Tuhan bila kita hidup rukun bersama. Rukun agawe santoso. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/riz)

  Editor : Achmad RW
#GPdI House of Prayer Sawahan #khotbah #Jombang #Renungan Minggu #Pendeta Petrus Harianto #agama kristen