’’Ada empat golongan yang tidak mendapat ampunan pada malam lailatul qadar,’’ tuturnya. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Usai lailatul qadar, ketika fajar telah meyingsing, Malaikat Jibril menyeru: Wahai para malaikat, silakan pergi! Silakan pergi! Maka mereka bertanya: Wahai Malaikat Jibril, apa yang akan diperbuat Allah terhadap orang-orang mukmin dari umat Muhammad?
Jibril menjawab: Allah memperhatikan mereka maka Dia akan mengampuni mereka, kecuali empat orang.
Kemudian para sahabat bertanya: Siapakah mereka Ya Rasulullah? Nabi menjawab: Mereka adalah orang yang meminum minuman keras. Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya. Orang yang memutus tali silaturahim. Orang yang bermusuhan (tidak tegur sapa) dengan saudaranya melebihi tiga hari.
Pertama, orang yang meminum khamar. Meminum khamar seperti alkohol, narkoba, sabu-sabu, ganja, dan sejenisnya adalah akar dari segala kejahatan. Orang yang menggunakannya akalnya akan hilang. Sehingga mudah dikendalikan setan untuk melakukan perbuatan jahat, maksiat, dan mungkar.
Orang yang meminum khamar tidak akan diterima amal ibadahnya selama 40 hari. ’’Jangankan mengampuni, melihat mereka saja Allah SWT tidak mau,’’ tegas Gus Ghozi.
Kedua, orang yang durhaka kepada kedua orang tua. Durhaka kepada orang tua sangat dibenci oleh Allah SWT. Kepada orang tua yang musyrik saja Allah SWT tetap memerintahkan berbuat baik. Apalagi kepada orang tua yang seiman.
Sabda Rasulullah SAW: Ridanya Allah bergantung pada ridanya orang tua dan kemurkaan Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua. Dalam QS Al-Isra' 23, Albaqarah 83, Annisa 36 dan Al-An’am 151, terdapat perintah wa bil walidayni ihsana. Ini perintah untuk kita berbakti kepada orang tua.
Kata ihsan digunakan untuk mencakup apa yang membahagiakan manusia karena perolehan nikmat berkenaan dengan diri, jasmani maupun kondisinya. Jadi, perintah Alquran untuk berbakti kepada kedua orang tua harus dengan makna kedekatan kita kepada mereka berdua secara emosional dan spiritual.
Memberikan penghormatan bukan semata soal material. Apa pun yang kita berikan dan persembahkan kepada orang tua harus lebih baik lagi. Meskipun seandainya orang tua berperilaku jelek atau mengabaikan anaknya.
Ketiga, orang yang memutuskan tali silaturahmi. Memutuskan tali persaudaraan sangat dilarang dalam Islam. Ini menjadi sebab putus dari rahmat Allah SWT. Memutuskan tali silaturahmi merupakan dosa besar dan sangat tidak disukai oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa 1: Dan bertakwalah kepada Allah dan peliharalah hubungan silaturrahim.
Makanya pada 10 terakhir Ramadan kita diajari berkunjung dan berkirim hantaran kepada sanak saudara dan keluarga. Keempat, orang yang tidak bertegur sapa dengan teman, saudara dan tetangga hingga lebih dari tiga hari. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW