’’Kebenaran sejati hanya dapat diperoleh melalui akal dan hati,’’ tuturnya. Kebenaran ada dua macam. Pertama, kebenaran nisbi. Ini kebenaran yang diperoleh akal manusia dan sifatnya relatif, terus berubah.
Dulu kita menggambarkan benda terkecil sebagai biji sawi. Lalu ada yang lebih kecil yakni atom. Kedepan, pasti ditemukan yang lebih kecil lagi. ’’Dulu obat sakit kepala hanya satu macam, karena penyebab sakit kepala yang diketahui hanya satu macam,’’ terangnya.
Seiring perkembangan zaman, diketahui penyebab sakit kepala ada tiga. Sehingga obat sakit kepala ada tiga macam. Belakangan, diketahui ada 12 jenis sakit kepala. Sehingga obatnya pun semakin banyak. ’’Kedepan, bisa jadi akan terus bertambah,’’ jelasnya.
Kedua, kebenaran hakiki atau kebenaran sejati, sampai kapanpun tidak berubah. ’’Tauhid itu kebenaran sejati,’’ tegasnya.
Suatu ketika, ada sahabat berkata kepada Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. ’’Wahai Nabi, biar kami gampang mengerti, berikanlah gambaran Allah SWT itu seperti apa?’’ ucapnya.
Lalu turunlah QS Al Ikhlas 1-4. Allah itu satu, tunggal, yang maha esa. Allah SWT tempat segala sesuatu bergantung. Allah SWT tidak beranak dan tidak diperanakkan. Allah SWT itu tak ada satupun yang setara denganNya. ’’QS Al Ikhlas dan semua isi Alquran itu kebenaran sejati,’’ terangnya.
Dengan menggunakan akal dan hati, manusia akan bisa menangkap kebenaran sejati. Seperti digambarkan dalam QS Alhajj 65-66. Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya.
Dan Dia menahan benda-benda langit supaya tidak jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia. Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu lagi, sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari nikmat.
Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati. Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka melihat, mendengar dan berpikir apapun akan ingat Allah SWT.
Lihat kendaraan bisa berjalan di daratan, ingat Allah SWT yang menggerakkan. Lihat perahu bisa berlayar di lautan, ingat Allah SWT yang menjalankan. Lihat benda-benda langit tidak jatuh ke bumi, ingat Allah SWT yang menahan. Lihat bayi lahir, ingat Allah SWT yang menciptakan. Lihat orang mati, ingat Allah SWT yang menghidupkan dan mematikan. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW