Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Renungan Minggu 127, Mempertahankan Kesetiaan

Achmad RW • Minggu, 12 Februari 2023 | 12:35 WIB
Photo
Photo
JOMBANG - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya mempertahankan kesetiaan.

’’Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau!  Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,’’ tuturnya mengutip Amsal 3:3. Kesetiaan selalu didasari dengan kasih. Contoh,  seseorang setia pada tuannya karena mencintai pekerjaan yang dilakukannya. Seorang istri setia pada suaminya karena dasar kasih yang mengikat hatinya, begitu pula sebaliknya.

Kesetiaan tidak datang dengan sendirinya namun perlu dilatih setiap saat. Kesetiaan tidak dapat dibatasi oleh waktu maupun keadaan apa pun.  Orang bisa dikatakan setia apabila kasih orang tersebut tidak mudah pudar, meskipun dalam keadaan susah atau senang. Baik atau tidak baik keadaannya.

Untuk mempertahankan kesetiaan, perlu adanya hubungan yang dekat untuk saling mengenal, memahami, dan mengerti kepribadian seseorang yang kita kasihi. Agar terwujud satu kesetiaan yang kokoh.  Bagaimana dengan kesetiaan kita pada Tuhan?  Di kala hidup kita tidak ada masalah dan baik-baik saja kita bisa berkata,  ’’Tuhan itu baik bagiku.’’

Namun saat kita mengalami suatu proses yang mengharuskan kita untuk menderita bagi Tuhan, apakah kita tetap setia? Kesetiaan adalah suatu perjuangan dan perjuangan itu sendiri membutuhkan pengorbanan.

Seperti halnya seorang sahabat akan dikatakan setia apabila ia dalam keadaan susah, sedih, menderita selalu ada untuk menghibur, menguatkan dan menolong kita. Sebab seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan rela berkorban untuk sahabatnya.

Bahkan dikatakan,  ’’Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."  (Yohanes 15:13).  Yesus adalah teladan pribadi yang setia;  Ia setia sampai mati di atas kayu salib demi menebus dosa-dosa kita.

Pertahankan kesetiaan itu melalui perbuatan, bukan hanya perkataan semata.  Dalam keadaan apa pun tetaplah setia beribadah, setia melayani Tuhan dan lakukan kehendakNya dengan setia. ’’Karena pada saatnya kelak, kesetiaan tersebut akan mendatangkan upah. Tuhan Yesus memberkati,’’ urainya. (jif/riz) Editor : Achmad RW
#GPdI House of Prayer Sawahan #Khotbah Agama Kristen #Jombang #Renungan Minggu #Pendeta Petrus Harianto