Masjid ini, lokasinya berada di Dusun Gondangmanis, sekitar 500 meter dari jalur arteri nasional Jombang-Madiun. Masjid diapit pemukiman padat. Ada dua menara di samping kiri dan kanannya. Serambi dan bagian dalam masjid terlihat sangat luas. ’’Renovasi terakhir mulai dikerjakan 2019 dan baru selesai tahun ini,’’ kata Setiono Yudho, 57, pengurus masjid.
Setiono menjelaskan, dulunya masjid ini berbentuk sederhana. Bahkan saat pertama kali dirintis tahun 70-an, bentuknya masih musala kayu. ’’Tanahnya wakaf dari nenek saya, Bu Ngatijah, terus dibangun musala sama orang Kertosono,’’ lanjutnya.
Baru sekitar tahun 80an, musala ini berubah menjadi masjid. Ini setelah masjid lama di dusun itu, tak lagi mampu menampung jamaah salat jumat. ’’Kebetulan masjid yang di selatan itu mau dilebarkan, tapi yang punya lahan di sebelahnya tidak mau. Akhirnya musala wakaf mbah saya ini dijadikan masjid,’’ imbuhnya.
Masjid dibangun sederhana dengan gaya bangunan khas tahun 80an. Hingga pada 2019, dilakukan renovasi besar-besaran. Masjid diperluas hingga ke arah barat. ’’Ada tambahan di bagian belakang. Mulai imaman ke tengah itu bangunan baru. Sisanya bangunan lama yang diperbarui,’’ ungkapnya.
Meski dibongkar total, sejumlah material pada masjid lama tetap digunakan. Seperti sejumlah kayu jati yang kini jadi gawang pintu masjid baru. ’’Jatinya masih kokoh, jadi digunakan lagi,’’ imbuhnya,
Kentongan dan beduk masjid ini juga masih menggunakan peninggalan masjid lama. Kesan klasik dari kedua alat penanda waktu salat itupun terlihat jelas.
Karya Besar Warga Gondangmanis
Masjid At Taqwa kini menjadi masjid terbesar di Desa Gondangmanis. Buah karya seluruh warga Desa Gondangmanis. Baik dari desain maupun pendanaannya.
’’Warga sangat antusias dengan pendirian masjid ini. Dari awal, pembangunan masjid menggunakan uang iuran warga,’’ kata Setiono Yudho, 57, pengurus masjid.
Dari awal pembangunan hingga selesai, ada skema kotak amal keliling yang dijalankan panitia. Tak disangka, uang yang terkumpul tiap minggunya sangat besar. ’’Tiap dua minggu rata-rata dapat Rp 7 juta,’’ kata Setiono Yudho, 57, pengurus masjid
Apalagi ada sokongan dana dari donatur besar yang juga warga setempat. Hal itulah yang disebut Setiono membuat proses pembangunan masjid berlangsung lebih cepat.
Desain dan pembangunannya juga diinisiasi warga Gondangmanis. Ia menyebut, di sekitar masjid terdapat banyak tukang dan ahli bangunan yang biasa mengerjakan bangunan besar. ’’Sehingga lebih mudah mencari pekerja, dan hasil karyanya juga bagus,’’ tegasnya. (riz/jif/riz) Editor : Achmad RW