’’Menurut Imam Hasan Albasri, ada empat hal yang membuat hidup bahagia,’’ tuturnya.
Gus Anam menjelaskan, kadang ada yang beranggapan, orang yang tanahnya banyak, sawahnya banyak, rumahnya banyak dan istrinya banyak, maka hidupnya bahagia. Ternyata tidak juga. ’’Ada orang sapinya banyak, tiap malam malah tidak pernah tidur di rumah. Tidurnya di kandang sapi. Dia rela tidur sama sapi daripada sama istri,’’ urainya.
Imam Hasan Albasri berkata; Aku bisa tenang menjalani hidup ini karena empat hal. Pertama, aku tahu bahwa rezekiku tidak akan jatuh ke tangan orang lain, maka hatiku menjadi tenang.
Dalam QS Hud 6 ditegaskan; Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. Jangankan manusia, semua hewan pun rezekinya telah ditanggung oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Alkisah, suatu hari Nabi Sulaiman alaihissalam duduk di pinggir danau. Dia melihat seekor semut membawa sebiji gandum. Tiba-tiba ada seekor katak yang keluar dari dalam air seraya membuka mulutnya. Semut itu kemudian masuk ke dalam mulut katak. Kemudian, katak itu menyelam ke dasar danau dalam waktu yang cukup lama.
Katak lalu keluar dari dalam air dan membuka mulutnya. Lalu semut itu keluar, sementara sebiji gandum yang dibawanya sudah tidak ada lagi bersamanya. Nabi Sulaiman memanggil semut itu dan menanyakan kepadanya tentang apa yang dilakukan barusa. ’’Wahai semut, apa yang kamu lakukan selama berada di mulut katak?
Semu menjawab; Wahai Nabiyullah, sesungguhnya di dalam danau ini terdapat sebuah batu yang cekung berongga, dan di dalam cekungan batu itu terdapat seekor cacing yang buta. Cacing tersebut tidak kuasa keluar dari cekungan batu itu untuk mencari penghidupannya.
Dan sesungguhnya Allah telah mempercayakan kepadaku urusan rezekinya. Aku membawakan rezekinya. Allah SWT telah menguasakan kepadaku sehingga katak ini membawaku kepadanya. Maka air ini tidaklah membahayakan bagiku. Sesampai di batu itu, katak ini meletakkan mulutnya di rongga batu itu, lalu aku pun dapat masuk ke dalamnya. Setelah aku menyampaikan rezeki kepada cacing itu, aku keluar dari rongga batu kembali ke mulut katak ini. Lalu katak ini mengembalikan aku di tepi danau.
Kata Hasan Albasri yang kedua, aku tahu bahwa pekerjaanku tidak akan dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengan pekerjaan itu. Salat, puasa, sedekah serta semua amal ibadah dan amal saleh kita, tak akan dilakukan oleh orang lain. Maka kita harus sibuk melaksanakannya. Demikian juga tugas kita sesuai profesi masing-masing. Harus kita laksanakan karena tak akan dilaksanakan orang lain.
Ketiga, aku tahu bahwa Allah subhanahu wa ta’ala selalu melihatku, maka aku malu jika melakukan perbuatan dosa. Selama kita ingat Allah SWT, kita pasti tak akan berani maksiat. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang tidak zina, tidak mencuri, tidak membunuh dan tidak maksiat kecuali saat itu imannya sedang lepas. Karena dia tak ingat Allah SWT.
Keempat, aku tahu bahwa ajal itu pasti datang maka aku selalu bersiap-siap menantinya. Usai salat, kita langsung niat menunggu salat berikutnya. Agar sewaktu-waktu wafat, kita dalam kondisi bersiap salat. Usai melakukan kebaikan, kita langsung niat melakukan kebaikan yang lain. Agar sewaktu-waktu wafat, kita dalam kondisi punya niat berbuat baik. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW