’’Rasulullah adalah teladan yang sempurna,’’ tuturnya. Dia lantas mengutip QS Al Ahzab 21 Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu. Yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
’’Pemimpin yang mencontoh Rasulullah pasti jadi pemimpin yang hebat,’’ ucapnya. Rasulullah tipe pemimpin yang rela menanggung kesulitan anak buah. Suatu ketika Rasulullah dan para sahabat merasakan lapar karena beberapa hari tidak makan. Lalu ada orang memberi satu piring kurma. ’’Rasulullah memilih memberikan kurma itu kepada para sahabat. Nabi sendiri menanggung lapar dan mengganjal perutnya dengan batu,’’ terangnya.
Nabi bahkan rela menanggung penderitaan umatnya. Kala malaikat Izrail mencabut nyawanya, Nabi merasa kesakitan. Nabi lalu bertanya; Apakah umatnya kelak juga mengalami sakit seperti itu? Malaikat Izrail membenarkannya. Nabi lantas minta agar sakitnya sakaratul maut umatnya ditimpakan padanya. Sehingga saat sakaratul maut, umatnya tidak lagi merasakan sakit yang pedih.
’’Jika dalam melayani masyarakat polisi meniru Nabi, pasti akan dicintai,’’ ungkapnya. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Senyum kepada orang yang kita temui termasuk sedekah. ’’Dalam melayani masyarakat, tersenyum. Ketika turba ke masyarakat, tersenyum, pasti akan dicintai,’’ paparnya.
Pemimpin yang hebat, pasti akan baik kepada siapa saja. Bahkan kepada musuhnya. ’’Nabi juga telah memberi teladan untuk bersikap baik kepada musuh,’’ bebernya. Ketika dilempari oleh penduduk Toif hingga berdarah, Nabi tidak marah. Justru mendoakan mereka; Ya Allah berilah mereka hidayah.
Ada pengemis buta di pasar yang tiap hari mencacinya, Nabi justru tiap hari menyuapinya. Setelah Nabi wafat, ganti Abu Bakar yang menyuapi. Baru pengemis itu tahu yang selama ini menyuapi adalah orang yang dia caci. Pengemis itupun langsung tobat.
Ada tetangga yang tiap hari meludahi, Nabi justru menjadi orang pertama yang menjenguk tatkala si tetangga sakit. Ada nenek-nenek memikul kayu dan menjelekkan namanya, Nabi justru membawakan kayunya. (jif) Editor : Achmad RW